Nyaman Dengan Pebinor


BERBAGAI istilah tentang perempuan yang gemar mengggoda suami orang bermunculan di media sosial. Terkini, tentu saja perebut laki orang, atau disingkat pelakor. Lalu, bagaimana dengan laki-laki yang bertingkah merebut istri orang? Disebutnya, pebinor alias perebut bini orang.
Amel, 25, buruh dagang asal Kota Batu, juga kecantol lelaki pebinor. Akibatnya, Ronald, 33, kuli bangunan sebagai suami yang sah, ditinggal begitu saja. Kehidupan Ronald dan Amel sebenarnya harmonis setelah menikah di usia yang cukup belia. Pada 2009, Ronald masih berusia 24 tahun.
Sementara, Amel masih 16 tahun. Dalam pernikahan di KUA Kecamatan Batu, pernikahan mereka disahkan. Selama menikah, Ronald dan Amel tinggal bersama di rumah famili di kawasan Kecamatan Batu. Namun, diam-diam benih tidak setia terpupuk dalam diri Amel yang belum sempat merasakan masa muda.
Pernikahan dianggap main-main. Tiba-tiba saja, Amel pada 2017 lalu, ketahuan selingkuh dengan lelaki lain. Bukannya meminta maaf dari suaminya, Amel malah mengaku nyaman bersama lelaki tersebut. Ronald pun panas hati karena Amel begitu mudah mengakui telah main gila.
Ronald semakin sakit kepala, karena Amel gemar berutang. Jika istri berutang lalu memberitahu penyebabnya, maka mungkin Ronald masih bisa menerima. Tapi, Amel tak pernah jujur tentang uang utang tersebut. Ronald naik pitam. Pertengkaran hebat terjadi. Keduanya lalu pisah ranjang.
Pada awal 2018, Amel minggat. Selama itu pula, Ronald hidup sendirian lagi, walaupun Amel sebenarnya telah memberinya putri. Tak pelak, Ronald tak tahan dengan situasi hidup yang seperti ini. Dia mengajukan talak cerai satu ke Pengadilan Agama Malang. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :