Pabrik Kayu di Bululawang Ludes Terbakar, 140 Karyawan Semburat

 
MALANG - Pabrik pengolahan kayu, CV Megatex Karya Unggul di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, terbakar Rabu (11/7) dini hari. Penyebabnya masih belum diketahui. Dugaan sementara, akibat arus pendek pada mesin oven. 
"Kami masih belum berani menyimpulkan penyebab kebakaran itu. Karena menunggu hasil olah TKP dari Tim Labfor dari Polda Jatim. Kemungkinan baru hari Jumat Labfor akan turun ke lokasi kebakaran," ungkap Kanitreskrim Polsek Bululawang, Iptu Ronny Marghas. 
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. CV. Megatex Karya Unggul diketahui milik Roy Agustinus, 43, warga Jalan Basuki Rachmad, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Saat kejadian pabrik pengolahan kayu tersebut sedang beroperasi. 
Ada sekitar 140 karyawan yang sedang bekerja shift malam. Mereka bekerja seperti biasa. Ketika semua karyawan sedang sibuk kerja, tiba-tiba mesin oven kayu mengeluarkan percikan api.
Percikan api itu, mengenai bahan yang mudah terbakar hingga menimbulkan api. Dalam hitungan detik, api langsung membesar dan menjalar ke bahan lainnya dan menyebabkan pabrik terbakar. 
Karyawan yang mengetahui ada kebakaran, langsung panik. Mereka semburat keluar pabrik untuk menyelamatkan diri. Sebagian lagi, berusaha memadamkan api dengan air seadanya dan menggunakan Apar. 
"Kami semua panik, bingung, semburat semuanya menyelamatkan diri," ucap Suroto, salah satu karyawan. 
Namun bukannya api mengecil dan padam. Sebaliknya api malah membesar dan membakar bangunan pabrik. Salah satu karyawan pun, langsung menghubungi petugas Polsek Bululawang. 
Petugas lantas menghubungi petugas PMK Kabupaten Malang. Ada sekitar 10 unit mobil PMK yang dikerahkan untuk memadamkan api. Diantaranya Mobil Damkar dari Kabupaten Malang, Damkar Kota Malang, milik PT. Pindad Turen dan PG. Krebet Bululawang. 
Tetapi karena api sudah terlanjur membesar, sulit untuk dipadamkan. Petugas terlihat kewalahan untuk menjinakkan api. Bahkan pantauan Malang Post, sampai delapan jam api juga belum padam. 
Sejumlah titik api masih terlihat di pabrik pengolahan kayu ini. Terutama di dalam pabrik. Api masih terlihat membara. Petugas pemadam kebakaran terlihat masih berjibaku memadamkan si jago merah. 
Mereka tampak memadamkan api dari pinggir gedung pabrik. Termasuk menjebol dinding baja ringan, supaya dapat memadamkan api di dalam pabrik, yang masih membara. 
Petugas PMK tidak bisa masuk ke dalam, karena terkendala akses. Pasalnya mayoritas bangunan pabrik tertutup baja ringan, yang sampai meleleh karena kepanasan. 
Kayu yang sudah setengah jadi, hangus hingga menyerupai arang. Dan sejumlah karyawan tampak sibuk memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.  Seperti diipan dari kayu, barang elektronik dan sejumlah brangkas. 
Kapolsek Bululawang, Kompol Supari, mengatakan proses pemadaman terhambat karena mobil PMK kesulitan masuk ke dalam. Pasalnya di dalam lokasi gudang yang terbakar, penuh dengan tumpukkan kayu. 
"Belum lagi, akses petugas pemadam kebakaran dalam mendapatkan air. Karena harus mengambil air dengan jarak cukup jauh dari lokasi kejadian. Selain itu, luas lahan pabrik juga mencapai 1,4 hektar. Dan di dalam pabrik banyak bahan serta material yang mudah terbakar," urai Supari. 
Lantas berapa kerugian akibat kebakaran tersebut?. "Masih belum bisa dirinci. Karena menunggu dari pihak asuransi untuk menghitung jumlah kerugian yang dialami perusahaan," sambung Ronny Marghas. 
Terpisah, Roy Agustinus, pemilik pabrik mengatakan bahwa pabrik beroperasi sejak empat tahun lalu. Kebakaran ini adalah yang kali pertamanya. Ia mengaku belum bisa menafsir jumlah kerugian akibat kebakaran itu. 
"Belum tahu (kerugiannya, red) karena masih proses pemadaman. Pabrik ini kami asuransikan kok," ucap Roy Agustinus. (agp/jon)

Berita Lainnya :


loading...