Pasutri Sawojajar 2 Bukan Teroris


MALANG - Muhammad Arifin bersama istrinya Siti Rohaida warga di Jalan Kapi Sraba XI nomor 12 Kelurahan Mangliawan, Pakis Sawojajar 2, bukan terduga teroris. Mereka yang sebelumnya diamankan aparat kepolisian sudah dipulangkan Senin malam lalu. Keduanya dipulangkan karena tidak terbukti terkait dengan jaringan teroris.
Jadi status keduanya yang bukan terduga teroris, sama seperti diberitakan Malang Post sebelumnya. Soal ini, juga diperkuat pernyataan Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Malang Agus Aribowo, yang merupakan pimpinan tempat Arifin bekerja sehari-hari.
“Benar kemarin malam (senin malam,red). Sudah pulang,” ungkap Agus kemarin saat dikonfirmasi Malang Post.
Ia menerangkan Arifin dan istrinya sudah berada di rumah. Pihaknya pun sudah memberikan dukungan moral kepada keluarga tersebut dengan mengutus perwakilan perusahaan untuk mengunjungi keduanya.
Agus menambahkan pula dirinya pun diinformasikan oleh pihak kepolisian bahwa salah satu karyawannya tidaklah terbukti terkait dalam jaringan terorisme.
“Iya ada personel Resmob datang memberitahukan pak Arifin tidak terbukti dan sudah dipulangkan. Kami bersyukur dan langsung saya perintahkan wakil saya ke sana memberi dukungan,” ungkapnya.
Hal ini penting menurut Agus, karena dugaan yang disangkakan pada karyawannya tersebut tidaklah terbukti. Agus mengatakan, kondisi Arifin sedikit syok atas kejadian yang menimpanya sebelumnya.
Menurut Agus, Arifin akan kembali aktif bekerja beberapa hari lagi. Sebelumnya, Agus mengatakan Arifin sendiri merupakan sosok pekerja yang taat dan patuh. Tidak memiliki record kerja buruk dan berperingai baik.
“Sudah di kantor pos sejak kurang lebih 25 tahun. Berangkat kerja dan pulang selalu tepat waktu,” pungkasnya.
Sementara itu, Malang Post mencoba untuk datang ke kediaman pasutri ini di Jalan Kapi Sraba. Hanya saja, keduanya tidak ada di rumah. Namun sebelum keduanya dilepas Polisi, para tetangga pasutri ini sudah yakin bahwa keduanya bukan terduga teroris.
Seperti diberitakan Malang Post pada Selasa (15/5) pasca penggeledahan di Kapi Sraba, beredar dukungan untuk Pasutri ini dari warga Sawojajar 2. Pada Senin (14/5) malam hari, broadcast WA beredar di kalangan warga Sawojajar. Isinya adalah untuk membela Siti Rohaida bersama sang suami. Kalimatnya, tolong warga Indonesia, terutama kota Malang, jangan mudah menyebarkan berita yang kita belum tahu benar kebenarannya
“Demi Allah kami sahabat dari bu Rohaida, bersaksi bahwa beliau orang baik, beliau duduk se majelis dengan kami, kami tahu benar bagaimana pemahaman beliau, beliau seorang ahlussunnah waljama'ah insyaa Allah, dan beliau sangat mengecam segala macam bentuk terorisme!,” bunyi broadcast itu.
Selanjutnya dijelaskan, bahwa meski Ida mengenakan cadar,  namun bukan berarti ia bisa dijudge sebagai teroris. Masih menurut pesan itu, qoddarullah Ida berada di tempat dan waktu yang tidak tepat sehingga menjadikannya dicurigai. Ida berniat mengantar keponakan ke RS Surabaya tapi karena memakai cadar sehingga ia dicurigai.
“Entah bagaimana ceritanya hingga identitas beliau tersebar di medsos, demi Allah kami sebagai sahabat tidak ridho! Dengan susah payah beliau menjaga dirinya, namun dengan mudahnya orang lain menyebarkan berita yang tidak benar sehingga menciderai kehormatan beliau,” imbuh pesan itu.
Dilanjutkan lagi, bahwa sesuai berita terakhir yang didapat, tidak ditemukan apapun yang mencurigakan pada diri Ida dan di rumahnya. Semua tuduhan buruk yang mengarah kepada Ida tidak benar, tidak terbukti dan sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan!
“Kami dan majelis kami insyaa Allah ahlussunnah, dan kami berusaha untuk taat kepada pemimpin, antidemo, dan sangat mengecam tindakan terorisme!!  Insyaa Allah kami para sahabatnya siap menjadi saksi bahwa beliau sama sekali tidak seperti yang dituduhkan,” urai pesan itu.
Pesan itu juga meminta agar stop menyebarkan berita tidak benar dan meminta menghapus foto-foto Ida. Sekaligus juga pada akhir pesan ada hashtag #prayforbuida, #kamibersamabuida, #jangansebarkanfitnah dan #terdugabelumtentutersangka.(ica/ary/han)

Berita Lainnya :