Pekerja Lepas Jalan Tol Ditahan

 
MALANG - Seorang pekerja harian lepas proyek Jalan Tol Malang-Pandaan, harus berurusan dengan polisi, kemarin. Yakni Joni Albert Monim alias Bobi, 39, warga Perum Pakisjajar Permai, Desa Pakisjajar, Pakis. Ia dijebloskan ke dalam tahanan Polsek Pakis, atas tuduhan penganiayaan.
Korbannya adalah Andi Hadi Wijaya, 42, warga Jalan Raya Kedungkandang, Kota Malang. Andi merupakan pemasok tanah uruk, untuk proyek pembangunan jalan Tol Mapan. Korban dipukuli dengan tangan kosong di bagian wajah, hingga mata sebelah kirinya lebam.
“Tersangka Joni Albert ini, kami amankan di pinggir jalan ketika sedang bekerja. Saat kami tangkap, tersangka mengakui perbuatannya,” ujar Kanitreskrim Polsek Pakis, Aiptu Teguh Darmawan.
Aksi penganiayaan terjadi pada Rabu (11/7) sore lalu sekitar pukul 16.00, di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo, Pakis. Penganiayaan didasari karena sakit hati. Alasannya, karena korban tidak memberi uang pada tersangka yang bekerja sebagai pengatur lalu lintas di persimpangan proyek jalan Tol Mapan.
Sebelum penganiayaan itu terjadi, beberapa hari lalu tersangka sempat meminta uang pada korban. Alasannya untuk membeli makan dirinya, serta teman kerja lainnya. Saat pertama meminta uang, korban langsung memberikan meskipun jumlahnya tidak banyak. 
Korban menjanjikan akan memberi tambahan, jika memang ada rejeki. Setelah memberi uang pertama itu, selama tiga hari korban memang tidak muncul mengirim tanah uruk ke proyek jalan tol tersebut. Korban baru muncul Rabu sore lalu, untuk melihat lokasi yang akan diuruk tanah.
Ketika baru datang, korban langsung dihampiri tersangka. Ia meminta uang secara paksa pada korban. Karena kebetulan korban tidak membawa uang, membuat tersangka marah yang langsung memukulinya.
Penganiayaan baru berhenti setelah dilerai oleh beberapa orang. Korban pun yang tidak terima, lantas melaporkannya ke petugas Polsek Pakis. Atas laporan itulah, polisi langsung mencari tersangka dan berhasil menangkapnya.
“Alasannya karena sakit hati tidak diberi uang,” tuturnya, sembari mengatakan bahwa tersangka merupakan residivis kasus yang sama. (agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...