Pemuda Pondok Tewas Penuh Tusukan


MALANG - Seorang pemuda pondok ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di jalan kawasan Desa Banjarsari, Pakis, dekat sebuah pohon randu, Senin (8/7) dini hari. M Sirojut Tolibin alias Libin, 14, warga Baran Genitri, Desa Kedungrejo, Pakis, tergeletak dengan kondisi tubuh penuh luka tusuk serta bersimbah darah.
Dia sempat dilarikan ke RS Panti Nirmala dan UGD RSSA Malang untuk menjalani operasi. Namun, karena luka parah di sekujur tubuhnya serta kehabisan banyak darah, Sirojut akhirnya tewas dalam perawatan, kemarin siang.
Dari keterangan yang dihimpun, Sirojut sempat disambangi ayahnya, Ahmad Toha, 37, di pondok kawasan Bumiayu pada Minggu sore lalu. Setelah disambangi, Sirojut juga diberi uang Rp 75.000. Setelah itu ayahnya lalu pulang.
“Setelah disambangi, ternyata korban Minggu malam, sekira pukul 21.00 WIB, pergi keluar dari pondok tanpa pamitan kepada pengasuh. Dia pergi berjalan kaki dari Bumiayu ke Pakis. Senin dini hari, dia ditemukan warga dalam kondisi luka,” jelas Kapolsek Pakis, AKP Hartono.
Dalam kondisi terluka, Sirojut disebut sempat berteriak minta tolong sehingga terdengar oleh seorang tukang sayur sekitar pukul 02.00. Teriakan minta tolongnya, berdasarkan keterangan saksi, menyakinkan polisi bahwa korban masih sempat hidup ketika diselamatkan warga, lalu dilarikan ke RS Panti Nirmala.
Dia juga dirujuk ke KM RSSA Malang untuk menjalani operasi. Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Selasa siang kemarin, korban dinyatakan meninggal oleh tim dokter yang melakukan perawatan. Polisi menyebut ada beberapa luka fisik yang terlihat dari tubuh korban.
Luka tersebut tampak seperti luka tusuk. “Dari visum fisik, ada beberapa bekas luka, di kaki, tangan, serta satu luka di area dada,” jelas Hartono. Kendati menjadi korban kejahatan dengan bekas penganiayaan yang jelas, keluarga korban ternyata enggan menjalankan otopsi terhadap tubuh korban.
Hal ini dinyatakan oleh ayah korban dalam surat pernyataan yang diserahkan kepada polisi. Sementara itu, Nur Abdul Holil, paman korban, mengatakan M Sirojut Tolibin adalah seorang pemuda pendiam. Sepengetahuannya, dia tak pernah bermasalah dalam keluarga.  Namun demikian, pada hari dia kabur dari pondokan, Sirojut menulis surat wasiat, yang diserahkan kepada teman santrinya.
“Dalam suratnya, korban meminta maaf kepada kedua orangtuanya karena telah mengecewakan. Dia pamit juga untuk mengaji ke Madura. Ya kami sebagai keluarga, curiga korban dianiaya, karena ada luka yang seperti tusukan itu,” tutupnya.(fin/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...