Pemuda Sepanjang Disergap Satresnarkoba


MALANG - Jangan coba-coba mengonsumsi ganja. Karena hukumannya tidak main-main. Contohnya saja Bayu Prastyo alias Bayek, 21, warga Dusun Kasin Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi. Dia dibekuk Satresnarkoba Polres Malang, setelah membawa ganja sebanyak empat poket yang dibungkus kertas.
KBO Satresnarkoba Polres Malang Iptu Suryadi menyebut, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan adanya peredaran ganja di kawasan Gondanglegi. “Dari info masyarakat, kami melakukan penyelidikan, dan mendapatkan ciri-ciri pelaku inisial B,” kata Suryadi kepada Malang Post, Jumat sore di Polres Malang.
Setelah melakukan pengintaian di kawasan Dusun Kasin Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi pada Selasa, 16 Juli 2019 pukul 20.00, polisi menemukan seorang pemuda. Dia memiliki ciri-ciri yang sama dengan informasi yang diterima oleh polisi penyidik narkotika.
Yakni, bertubuh pendek setinggi kurang lebih 160 sentimeter. Serta, bertato di tangan kiri. Polisi narkotika, sejumlah dua orang, langsung melakukan penggerebekan. Hasilnya, polisi mendapati tersangka mengantongi empat poket ganja di kantong sakunya. “Dia diamankan ke Satresnarkoba untuk penyelidikan,” tutur Suryadi.
Kepada petugas, tersangka mengaku belum lama mengonsumsi ganja. “Belum lama, baru tiga bulan, itu pun di Malang,” katanya kepada Malang Post, saat didampingi petugas. Dia mengaku mengonsumsi ganja, setelah bekerja di Bali. Sepulangnya dari pulau dewata, dia mulai mengenal nikmatnya mengisap asap daun cannabis tersebut.
Menurutnya, empat poket ganja yang disita oleh polisi narkotika saat penangkapannya, dibeli dengan harga Rp 200 ribuan. Dia tidak bertemu langsung dengan pengedarnya. Dia mengaku mendapatkan barang setelah menghubungi lewat SMS, lalu mentransfer sejumlah uang.
Ganja diantarkan dengan metode ranjau. Saat ini, polisi masih menyelidiki siapa pengedar yang memberikan ganja kepada tersangka. “Tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun sampai 12 tahun maksimal.(fin/lim)

Berita Terkait