Pencurian di Ponpes Al Ishlahiyah, Diduga Komplotan Perempuan Eksekutor

MALANG – Kasus pencurian uang Rp 130 juta di Ponpes Al Ishlahiyah Singosari pada Rabu (13/2) lalu, masih terus bergulir dalam ranah penyelidikan Polsek Singosari.
 Hasil olah TKP dan keterangan saksi, kronologi pencurian yang diduga dilakukan oleh seorang wanita muda tidak dikenal, mengarah pada sosok satu komplotan.
Jika disusun secara kronologis, maka pelaku wanita sebagai eksekutor pencurian, datang dengan seorang pengendara motor, yang disinyalir berjenis kelamin pria. Mereka berkendara di sekitar pondok. Lalu, si wanita turun dari motor, berpura-pura sebagai santriwati untuk mengelabui orang di sekitar pondok, dan masuk ke dalam kantor pondok secara mengendap-endap.
Dia menggeledah ruangan, dan menemukan uang Rp 130 juta yang disimpan dalam tasnya. Setelah itu, dia keluar dari ruang kantor, bertindak senormal mungkin untuk tak mengundang kecurigaan, keluar dari pondok dan kabur bersama pengendara yang sudah menanti di luar. Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagyo Rianto menyebut penyelidikan masih diintensifkan. “Masih intensif penyelidikan,” kata Untung. 
Sementara, cucu pendiri Ponpes Al Ishlahiyah, Ahsani F Rahman, memastikan bahwa pelaku yang menyatroni kantor pondok putri tersebut, bukanlah santriwati di situ. “Bukan santri di sini. Dia terekam CCTV sedang melihat-lihat sekitar sebelum masuk ke kantor dengan mengendap-endap,” ujar Gus Sani, sapaan akrabnya. 
Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono SH menegaskan penyelidikan sudah ditindaklanjuti dengan olah TKP dan identifikasi serta keterangan saksi. Sebelumnya, sebuah rekaman CCTV yang diunggah di Youtube, menunjukkan sosok wanita yang mengenakan kerudung, memasuki sebuah ruangan yang disinyalir kantor pondok Al Ishlahiyah. Foto wajahnya yang terekam, diunggah ke media sosial dan dilabeli sebagai wanita yang mencuri uang Rp 130 juta dari ponpes Ishlahiyah. Kontan saja, unggahan di grup medsos ini mengundang komentar netizen.(fin/lim)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :