Pengedar Obat Farmasi Ilegal Dibekuk


PASURUAN – Samsul Hariono, 21, kini harus berurusan dengan polisi. Pemuda asal Dusun Cemoro, Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Nongkojajar, Pasuruan tersebut dibekuk lantaran diduga menjadi pengedar obat sediaan khusus farmasi tanpa izin resmi.
Saat diamankan, polisi juga menyita 40 butir tablet pil Y, satu bungkus rokok, dan satu buah HP. Selain itu, juga ada uang tunai Rp 40 ribu dan lima lembar kecil aluminium foil ikut diamankan. Samsul Hariono berhasil diamankan polisi Senin lalu (21/1).
Dia diamankan di saat tengah cangkrukan di sebuah warung kopi (warkop) di depan bank yang ada di Nongkojajar, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur. “Dia diduga menjual atau mengedarkan sediaan farmasi berupa pil Y,” terang Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Sukiyanto.
Dia menambahkan, pelaku menjadi pengedar pil Y sudah berjalan sebulan terakhir. Barang haram tersebut didapat dari seorang pengedar berinisial D asal Tutur dan kini masih buron. Kemudian, pil Y oleh pelaku selama ini dijual ke pembeli berada di sekitaran Kecamatan Tutur.
 Dia menjualnya dengan kemasan paket. “Satu paket diisi lima butir seharga Rp 20 ribu,” imbuhnya. Dalam kasus ini, pelakunya dalam proses penyidikan di Mapolsek Nongkojajar. Di jerat pasal 197 subs 196 UU RI 39/2009 tentang Kesehatan, hukumannya maksimal sekitar lima tahun penjara.
“Keuntungan dari penjualan pil Y cukup besar, lebih dari separonya hingga lipat dua. Sehingga, pelaku tergiur dan nekat menjadi pengedarnya,” ucap Mantan Kanit Lantas Polsek Pandaan tersebut. (rb/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :