Penyebar Video Mesum Wajak, Pengepul Jeruk di Pasar Batu


MALANG – Penyebar video mesum yang sempat mengemparkan wilayah Kecamatan Wajak, akhirnya terungkap. Pelakunya, Ibnu Arif, 31, warga Jalan Ahmad Yani, Desa Codo, kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengepul buah jeruk di Pasar Batu itu ditetapkan sebagai tersangka pengunggah video mesum di sebuah grup media sosial Facebook. Ibnu diamankan di rumahnya, tak lama setelah mengunggah video yang menampilkan adegan hubungan antara pria dan wanita ke ruang publik digital.
Kemarin siang, Ibnu dirilis di markas Polres Malang. Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, tindakan Ibnu memenuhi unsur pelanggaran UU pornografi dan ITE. “Dia dijerat pasal 29 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dan pasal 27 ayat 1 tahun 2016 tentang ITE,” kata Ujung kepada wartawan, Jumat siang.
Menurut perwira dengan dua melati emas di pundaknya tersebut, Ibnu dijerat karena mentransmisikan konten vulgar serta pornografi lewat Facebook. Unsur pendistribusian konten yang mengandung tindakan asusila, melanggar undang-undang pornografi. Ujung menegaskan, pengunggah video tetap dijerat dengan pasal walaupun dia tidak membuat video porno itu.
“Aturannya tidak boleh sampai sebar konten yang diunggah ke ruang publik seperti itu. Masyarakat digital dan netizen harus paham, ada hukum dan sanksi bagi mereka yang mendistribusikan dan mentransmisikan konten pelanggaran kesusilaan,” tambah perwira polisi alumnus Akpol 2000 itu.
Berpikir sebelum melakukan klik. Itulah pesan yang disebarkan oleh Polres Malang tentang perlindungan terhadap masyarakat digital dari konten-konten negatif. Menurutnya, netizen harus bijak dalam mengunggah postingan grup yang bersifat publik. Saat ini, pelaku penyebar video porno, terancam hukuman penjara minimal 6 tahun.
“Ancaman hukumannya 6 tahun. Terkait siapa sebenarnya pemeran dalam video tersebut, penyelidikan masih dilakukan,” tandasnya. Sementara itu, kepada petugas, Ibnu mengaku mendapatkan video ini dari seorang temannya. Dia menerima video tersebut via smartphone sebelum menaikkannya ke media sosial Facebook.
Tersangka juga menambahkan keterangan dalam video tersebut, bahwa pelaku perbuatan mesum adalah warga Blayu, Wajak. Tapi, unggahan Ibnu menuai kecaman karena sampai saat ini belum ada fakta maupun barang bukti yang bisa memastikan bahwa pelaku adalah warga Blayu Wajak.
Masyarakat Blayu juga tak terima dengan unggahan pelaku di media sosial yang menuduh pelaku video mesum adalah warga  Blayu. “Dia mendapat video itu dari temannya. Soal pemeran, bisa jadi pasangan itu bukanlah warga Kabupaten Malang,” tutup Ujung.(fin/jon/mar)

Berita Lainnya :