Please disable your adblock and script blockers to view this page


Perkosaan Mentah, Suami Korban Bakal Lapor Perselingkuhan


MALANG – Kasus dugaan perkosaan yang diduga dilakukan DS, Kades Trenyang Kecamatan sumberpucung terhadap istri dari staf desanya, Bambang Setyo, bakal terus bergulir panjang. Setelah upaya laporan dugaan perkosaan oleh korban mentah di hadapan penyidik Polres Malang karena tidak cukup dan kurang bukti, Bambang Setyo, suami korban tak mau menerima begitu saja.
Rencananya, Bambang yang menjabat kepala dusun itu kembali akan mendatangi Satreskrim Polres Malang. Jika tak ada perubahan, maka Bambang bakal membuat delik aduan lagi, Senin hari ini. Kali ini, Bambang akan melaporkan dugaan perselingkuhan sebagai langkah barunya demi mendapatkan keadilan. Pasalnya, hasil gelar perkara laporan dugaan pemerkosaan istri Bambang, mentah di hadapan penyidik Satreskrim Polres Malang. Hal ini diungkapkan oleh Bambang Setyo saat dikonfirmasi Malang Post melalui telepon.
Dia membenarkan bahwa pada hari Jumat (21/6) dan Sabtu (22/6), pihaknya dipertemukan dengan terlapor DS di kantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang. Hasilnya, laporan delik aduan untuk menaikkan status kasus menjadi pelanggaran pasal, mentah. Karena dianggap tidak ada bukti dan saksi yang cukup.
Sehingga, pasal 284 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, yang awalnya ingin dijeratkan kepada DS, gugur begitu saja.
Bambang dengan nada pasrah dan sedih menyebut bahwa istrinya siap masuk penjara, demi mendapatkan keadilan. Karena, dia berpegang teguh dan percaya kepada istrinya yang mengaku diperkosa. Dia akan melaporkan delik aduan pasal 285 KUHP tentang perselingkuhan, dengan terlapor istrinya dan terlapor DS. “Istri saya mengaku siap dan rela (untuk masuk penjara),” ungkapnya.
Terkait delik aduan pemerkosaan yang mentah di penyidik, Bambang mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sempat berpikir untuk meminta bantuan pengacara. Hanya saja niat ini urung karena Bambang tidak memiliki uang. “Mboten nggadah (tidak punya uang),” kata Bambang saat ditanyai mengapa tak memakai jasa pengacara.
Sementara itu, pihak Satreskrim dan Unit PPA Polres Malang sendiri belum memberi keterangan resmi terkait hasil gelar perkara yang dilakukan Jumat dan Sabtu lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan perkosaan yang diduga dilakukan Kades DS ini mencuat setelah istri Bambang Setyo melaporkan kasus itu ke Polres Malang. Dalam laporannya, korban mengaku diperkosa di ruang tamu rumahnya, pada Kamis (13/6) sore. Pasca laporan itu, Kades DS mengamankan diri. Namun pada Senin (17/6), kades DS versi warga berani ke kantor desa. Karena itulah pada Selasa (18/6), 25 warga meluruk kantor desa meminta Kades DS diberhentikan dari jabatannya karena mencoreng nama baik desanya. DS adalah kades terpilih Desa Trenyang Kecamatan Sumberpucung, yang menjabat sejak 2018, dengan masa jabatan enam tahun.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :