Perselingkuhan dan KDRT


MALANG - Amel, 31 warga Kelurahan Ketawanggede Kota Malang harus kembali merasakan pahitnya perceraian. Bukan karena ia pernah mengalami kegagalan rumah tangga, namun trauma perceraian kedua orang tuanya yang membuat hidupnya terlantar. Namun, ia harus memilih untuk bercerai daripada harus mati konyol karena mendapat siksaan dari suaminya, Ronald, 33 warga Jakarta.
Amel sebenarnya sudah menambatkan hatinya pada Ronald. Di tengah kalutnya sebagai anak broken home, Ronald mampu menjadi tempat curhat. Sehingga keduanya menjalin hubungan pacaran yang cukup lama, sekitar tiga tahun. Namun, sifat Ronald berubah drastis setelah menjalani kehidupan rumah tangga.
Ketika resmi menjadi istrinya, sifat asli Ronald keluar. Tak jarang ia sering main tangan dan melontarkan kata-kata kasar kepada Amel. Bahkan, karena alasan bosan, Ronald juga kerap bermain perempuan.
Amel memilih bertahan demi anak semata wayangnya. Selain itu, Amel yang terlanjur cinta rela disiksa. Ditambah, luka lama perceraian orang tuanya juga belum selesai. Lengkap sudah penderitaan Amel.
Ketika Amel berbuat kesalahan, tak jarang Ronald menendang, menyeret dan mendorong tubuh Amel hingga tersungkur.
Kejadian terakhir, ketika Ronald ketahuan selingkuh dengan teman sekantornya. Saat itu, Amel menemukan chat mesra antara Ronald dan selingkuhannya itu. Ketika hendak konfirmasi, Ronald justru muntab dan menghajar istrinya hingga berdarah-darah. Sampai-sampai, Amel harus dilarikan ke rumah sakit. Tahu istrinya sakit, Ronald malah kabur ke rumah selingkuhannya.
Perbuatan Ronald tersebut membuat kerabat Amel muntab dan meminta untuk meninggalkan Ronal. Ketika Amel sedang masa pemulihan, datanglah surat gugatan cerai dari Ronald. Saat ini, keduanya menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama Kota Malang. Sebenarnya, Amel masih berharap suaminya bisa berubah dan rumah tangganya kembali utuh.(tea/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :