Pohon Tumbang Timpa Warung, Dua Luka


MALANG - Pohon trembesi tumbang di Jalan Sulawesi, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Minggu malam (16/6). Sekitar pukul 19.12, batang pohon menimpa sebuah warung kaki lima dan dua sepeda motor. Tak hanya itu, pohon tersebut juga mengenai dua orang wanita. Mereka mengalami luka-luka.
Kedua korban ini langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Yaitu RSI Aisyiyah Kota Malang. Korban luka atas nama Rumikah 54, pemilik warung, warga Perum Taman Mulyorejo Kecamatan Sukun dan Ny Nurcholis, 50, warga Jalan Mergan Kecamatan Sukun. Kedua korban mengeluh sakit pada bagian kepala, bahu dan punggung.
Namun keadaan lebih parah menimpa Rumikah yang harus menjalani CT Scan. Pohon tumbang juga menyebabkan lalu lintas di Jalan Sulawesi terhambat. Karena, batang pohon melintang ke sebagian jalan raya. Mobil hidrolik milik Disperkim Kota Malang ikut diterjunkan di lokasi kejadian.
“Ukuran pohon memang besar yaitu berdiameter kurang lebih 80 cm dan tinggi sekitar 25 meter,” ungkap Sugito, personel TRC BPBD Kota Malang saat ikut melakukan evakuasi. Kejadian berawal selepas waktu isya. Pemilik warung sedang melayani pembeli di dalam warung yang terbuat dari tenda.
Kemudian, terdengar suara seperti kayu patah dan tiba-tiba terjadi pohon tumbang. Batang pohon menimpa warung beserta orang yang ada di dalamnya. “Kejadiannya berlangsung cepat dan tiba-tiba, hingga membuat kami kaget.” ujar Bambang, 60, suami Rumikah. BPBD Kota Malang, yang berada di lokasi, melakukan penelusuran.
Saat peristiwa pohon tumbang terjadi, kecepatan angin tidak tergolong kencang namun landai dan tenang. Setelah petugas melihat keadaan pohon, ditemukan bahwa ada indikasi akar dan batang mengalami lapuk. Sehingga pohon ini tumbang karena tak mampu menopang beban batang.
“Akar lapuk tidak mampu menopang beban pohon yang berat, akibatnya pohon mengalami tumbang,” ujar Sekretaris BPBD Kota Malang, Tri Oky Rudianto Prastijo SE MSi, dikonfirmasi Malang Post, Senin siang.
Dia menambahkan, cuaca cerah dan keadaan angin yang tenang tidak serta merta menjamin ancaman bencana akan menghilang. Bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar senantiasa waspada dan mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar mereka.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :