Rampok Pakis Babak Belur

Sutris, perampok yang masuk ke rumah Emak Jumilah diamankan anggota Polsek Pakis dan Jatanras Satreskrim Polres Malang. (insert) Sutris menjalani perawatan di Puskesmas Pakis.
 
MALANG-  Sutris, 40, benar-benar nekat kemarin. Dia yang tinggal di Dusun Karangnongko, RT 02 RW 01 Desa Pucangsongo, Kecamatan Pakis masuk ke dalam rumah Mak Jumilah, 55, di Dusun Bonangan RT05 RW05, Desa Sumberkradenan, Pakis untuk merampas gelang dan kalung yang dipakai wanita ini.
Tentu saja, kenekatannya dibayar mahal. Tubuhnya menjadi sansak warga sekitar yang datang setelah mendengar teriakan minta tolong korban. Nyawa Sutris selamat, setelah petugas patroli Polsek Pakis datang dan mengamankannya.
Hingga semalam, ia masih diperiksa intensif anggota gabungan Polsek Pakis dan Jatanras Satreskrim Polres Malang. Melihat aksinya, dia diduga kuat tidak hanya sekali itu saja melakukan aksi perampokan atau perampasan perhiasan emas.
Syaiful, saksi mata di sekitar lokasi kejadian menceritakan, korban diketahui saat itu sedang tidur di dalam kamarnya. Tersangka yang sudah kenal dengan salah satu anggota keluarga di rumah tersebut, tiba-tiba masuk ke dalam kamar. 
“Informasinya dia minta minum ke korban. Tapi sampai di dalam kamar, ia memaksa mengambil gelang dan kalung emas yang dipakai Mak Jumilah,” ujar pemuda berusia 28 tahun itu kepada Malang Post. 
Terang saja, Jumilah berontak dan berusaha mempertahankan perhiasan emasnya. Ia juga melawan dengan memukul Sutris. “Warga di sini dengar teriakan minta tolong dari Mak Jumilah. Akhirnya ramai-ramai datang,” ungkapnya.
Sutris yang kebingungan pun berusaha kabur. Begitu keluar rumah korban, dia melihat warga sudah banyak yang berdatangan. Warga pun menangkapnya. Bak dikomando, pemuda ini, dihajar beramai-ramai. Kepalanya ikut dipukul.  
Aksi ini akhirnya dicegah oleh petugas Polsek Pakis yang datang. Pemuda yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini, diamankan dan diangkut ke Mapolsek Pakis. Karena luka di kepalanya lumayan parah, dia dibawa ke Puskesmas Pakis. 
Kepada petugas, Sutris mengaku nekat melakukan perampasan perhiasan emas ini karena kepepet masalah ekonomi. “Saya butuh uang untuk sehari-hari. Kebetulan saya tahu persis kondisi rumah korban,” terangnya. (mar)
 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :