Remaja 19 Tahun Jualan Ganja


MALANG – Miris. Seorang remaja asal Kecamatan Wagir harus berurusan dengan polisi. Arif Dwi Efendi, 19, warga Dusun Sekarputih Desa Mendalanwangi ini ditangkap karena kasus narkoba, Selasa (13/8). Pemuda yang baru lulus sekolah SMA ini mengonsumsi dan mengedarkan daun ganja kering.
Tersangka dibekuk di sebuah warung kopi. Barang bukti yang diamankan darinya, dua poket ganja dikemas plastik, serta sebuah handphone.
"Ketika kami tangkap, tersangka sedang menunggu temannya. Semula saat kami amankan hanya satu poket. Namun setelah kami geledah di rumahnya ada sepuluh poket lagi," jelas KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu Suryadi.
Penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat. Warga menginformasikan kalau di wilayah Wagir marak beredar narkoba jenis ganja. Polisi pun lantas melakukan penyelidikan. Setelah seminggu menyelidiki, diketahui bahwa yang mengedarkan adalah Arif. Selanjutnya, petugas mencari keberadaannya. Begitu sedang nongkrong, tersangka langsung ditangkap.
"Dia kami jerat dengan pasal 111 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya, minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara," tegasnya. Untuk memburu jaringannya, polisi sekarang sedang mengembangkan kasusnya. Diketahui bahwa tersangka Arif, memiliki jaringan pengedar di wilayah Kota Malang. "Anggota sekarang sedang mengembangkan kasusnya dengan memburu pemasoknya," pungkas Suryadi.
Waktu SMA Edarkan Pil Koplo
Pengedar ganja di Kecamatan Wagir yang ditangkap polisi ternyata sudah cukup lama masuk dalam dunia gelap peredaran narkoba. Pemuda berusia 19 tahun warga Dusun Sekarputih Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir ini kenal narkotika sejak masih sekolah SMA. "Mungkin karena salah pergaulan. Saya mengenal narkotika sejak kelas XI SMA," ujar tersangka Arif.
Sebelum mengonsumsi dan mengedarkan ganja, tersangka Arif mengaku lebih dahulu menjadi pengedar pil koplo jenis dobel L. Obat terlarang tersebut diakui diedarkan kepada pemuda dan teman-teman sewaktu sekolah. "Kalau pil koplo dulu sudah lama. Namun untuk ganja ini, baru sekitar dua bulan ini. Rencananya tidak saya jual hanya untuk konsumsi sendiri," tuturnya.
Dikatakannya, ganja kering tersebut dibeli dari seorang temannya bernama Ableh, warga Kota Malang. Dia membeli ganja sepoket besar dengan harga Rp 400 ribu. Kemudian diecer menjadi 11poket dan dijual Rp 100 ribu tiap poket. Transaksi pembeliannya, dengan menghubungi lewat telepon selular.
Kemudian tersangka menransfer uang dan barang dikirim dengan sistem ranjau di wilayah Kota Malang. "Saya baru sekali saja membelinya. Tidak untuk dijual tetapi dikonsumsi sendiri," dalih tersangka.(agp/lim)

Berita Terkait