Rendra dan Ali Ditahan 20 Hari


MALANG – Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna akhirnya ditahan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/10) malam. Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Malang ini ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama lima jam di gedung lembaga anti rasuah tersebut, atas dugaan suap terkait proyek di Kabupaten Malang.
Menurut salah satu penasehat hukum Rendra Kresna, yaitu Gunadi Handoko, Rendra keluar dari ruang penyidikan pukul 19.15 WIB. Saat keluar dari ruang tersebut, Rendra telah menggunakan rompi orange.
”Menurut informasi, pak Rendra akan ditahan di Polres Jakarta Selatan,’’ kata Gunadi.
Dihubungi Malang Post, Gunadi juga mengatakan suasana haru menyelimuti saat kliennya keluar dari ruang penyidikan. Itu karena Rendra bertemu dengan anaknya Kresna Dewanata Prosakh yang sejak awal menunggu Rendra di gedung KPK.
”Tadi begitu keluar, pak Dewa langsung menyambut pak Rendra.Mereka sempat berpelukan di tangga saat pak Rendra turun dari ruang penyidikan,’’ kata Gunadi.  
Gunadi juga menyebutkan, selain Rendra tersangka lain yang ditahan adalah Ali Murtopo. Bahkan Ali keluar lebih dulu dari ruang penyidikan. ”Jedanya 15 menit, Ali Murtopo lebih dulu, baru pak Rendra,’’ ucapnya.
Disinggung dengan materi pertanyaan yang diberikan penyidik kepada kliennya? Gunadi mengaku tidak tahu. Itu karena dia tidak mendampingi saat pemeriksaan berlangsung. Tapi yang jelas, jelas Gunadi, kemarin Rendra Kresna datang ke Gedung KPK pukul 09.30. Namun baru pukul 13.00, Rendra menjalani pemeriksaan.
Selama jeda waktu tersebut, Rendra berada di lantai dua atau tidak jauh dari ruang penyidikan. Dan saat itu menurut Gunadi, Rendra sempat bertemu dengan Ali Murtopo. Tapi demikian, apakah keduanya sempat ngobrol atau tidak, Gunadi mengatakan tidak tahu.
”Saya tadi datang sekitra pukul 13.00 lebih karena ada keperluan. Saat saya datang proses pemeriksaan sudah berlangsung. Dan selama proses pemeriksaan, pak Imam dan pak Sudarmadi (dua penasehat hukum Rendra, red) mendampingi secara bergantian, karena untuk pemeriksaan tersangka wajib di dampingi oleh satu penasehat hukum,’’ urainya.
Ditanya apakah akan melakukan perlawanan hukum? Gunadi mengatakan tidak ada. Namun demikian, sebagai tim penasehat hukum yang ditunjuk, pihaknya ingin jika KPK telah cukup alat bukti, penyidikan kasus ini tidak berbelit dan berkasnya cepat dilimpahkan di pengadilan. Alasan Gunadi agar semuanya jelas.
Menurut dia untuk penyidikan itu hanya sepihak. Berbeda dengan persidangan, di mana bukti-bukti yang dibawa penyidik nanti dapat dilihat dengan gamblang. ”Pembuktian itu ada di persidangan. Itu sebabnya, kami tim penasehat hukum meminta jika memang alat bukti sudah jelas, maka berkasnya cepat dilimpahkan ke pengadilan. Dalam fakta persidangan nanti akan dapat dilihat jelas dan gambang perkaranya. Kalau sekarang ini kan masih sepihak,’’ kata pengacara senior ini.

Berita Lainnya :