Residivis Curanmor 4 TKP


Pelaku ternyata residivis dan sudah menjadi Target Operasi (TO) polisi sejak lama, saat dalam perawatan petugas medis.
 
Maling Motor yang Nyaris Dipatahkan Kakinya di Kumis Kucing
MALANG – Pelaku percobaan pencurian sepeda motor di Jalan Bunga Kumis Kucing Dalam nomor 17, Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru yang dihajar massa saat tertangkap di gang buntu, ternyata pemain lama. Saiyum, 35, warga Pasrepan Pasuruan adalah residivis kambuhan, yang sudah ditarget operasi (TO) oleh petugas polisi di kawasan Malang Raya.
Sebelumnya, Saiyum dan satu komplotannya, hendak mencuri motor di rumah Suja'i, penghuni Jalan Kumis Kucing Dalam nomor 17, Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Selasa (23/4) lalu. Namun, belum sempat melancarkan aksinya, korban memergoki aksi maling yang hendak mencuri motor Honda Supra Fit nopol N 2546 BCF. 
Satu pelaku kabur, sementara Saiyum berhasil ditangkap massa. Setelah dilucuti warga, Saiyum digebuki sampai babak belur.Beberapa warga juga sudah bersiap mematahkan kaki Saiyum, andai saja petugas polisi tidak cepat datang. Setelah diamankan petugas, dia dibawa ke rumah sakit untuk diobati, lalu dijebloskan ke tahanan Polsek Lowokwaru untuk penyidikan.
Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru Iptu Sochib mengungkapkan, setidaknya, Saiyum sudah empat kali melakukan kejahatan pencurian kendaraan bermotor di berbagai kawasan. “Dia ini residivis, sudah di-TO Polres Malang Kota, dan sudah empat kali beraksi di Kota Malang,” ujar Sochib kepada Malang Post kemarin.
Menurut Sochib, kelihaian Saiyum dalam menjalankan aksinya sudah terlihat jelas dari barang bukti yang disita saat penangkapan di Jalan Bunga Kumis Kucing, Selasa 23 April lalu. Selain kunci letter T, polisi menyita sabuk yang diduga berisi jimat. Sabuk ini disinyalir bisa membuat pelaku kebal dari bacokan orang.
Tapi, saat diamankan, pelaku babak belur, bahkan hampir saja dibikin cacat oleh massa yang mengamuk. Untung saja, kakinya tak sampai dipatahkan warga. Selain sabuk jimat, polisi mengamankan beberapa kunci lain, termasuk sebuah kertas. Diduga, kertas ini adalah catatan kendaraan serta alamat motor yang akan menjadi sasaran.
Sochib mengungkapkan, pelaku masih dalam penyidikan petugas. Polisi juga mendalami keterangan pelaku, tentang keberadaan komplotannya yang melarikan diri dari kejaran massa pada hari kejadian. “Masih dalam penyidikan,” tambah perwira polisi dengan pangkat dua balok emas di pundaknya itu.
Menurut Sochib, pelaku akan menghadapi jerat hukum yang berat karena mengulangi perbuatannya. “Dia terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, ancamannya maksimal 7 tahun penjara,” sambung Sochib. (fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :