Rumah KPPS Dirampok, Korban Diancam Bondet


PROBOLINGGO - Kawanan perampok menyatroni sebuah rumah di Dusun Gentengan, Desa/ Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah barang berharga milik korban berhasil dibawa kabur. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta.
Informasi yang dihimpun, perampokan itu terjadi sekitar pukul 02.55. Saat itu, korban tengah tertidur. Sang ayah Edi Purnomo, 52 merupakan pekerja serabutan dan jadi petugas Linmas saat coblosan. Ia tidur di kamar sendirian.
Sementara sang istri Nanik Puryani, 43 saat coblosan lalu jadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS (tempat pemungutan suara) 16, tidur bersama dua anaknya. Yakni Anggik Purnama, 22 dan Cindy Claudia, 23.
Saat itu, Cindy mendengar suara dari ruang tamu. Ia pun lantas terjaga. “Saya memang ngeliliran. Saya lihat sekilas kok kayak ada orang,” ujar Cindy saat ditemui di rumahnya.
Kontan, Cindy pun lantas membangunkan ibu dan saudaranya. Lampu kamar pun langsung dinyalakan. Saat itulah, dua pelaku masuk ke kamar mereka.
Dua pelaku pun langsung mengancam ibu dan dua anak perempuan itu. Dua pelaku itu disebutkan membawa bondet (bom ikan) dan celurit.
“Pelakunya ngancam. Minta kami tak teriak. Terus minta kami lepaskan perhiasan yang kami pakai,” jelas Cindy.
Para pelaku pun berhasil membawa sejumlah perhiasan seperti gelang, kalung dan cincin. Pelaku juga berhasil membawa uang tunai sekitar Rp 400 ribu serta 3 unit motor yang diparkir di ruang tengah. Yakni Yamaha Vixion, Honda Beat bernopol N 6447 QE serta Honda Vario N 4625 SH yang baru dibeli sekitar 3 mingguan.
Para pelaku diduga masuk lewat pintu samping, yang selama ini jarang dikunci. Anehnya, pelaku tak mengambil motor yang ada di luar teras rumah. Yakni motor CS One, Kawasaki KLX dan Yamaha Vega. (mas/mie/rb/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :