Satu Korban Truk Srigonco Meninggal

 
MALANG - Jumlah korban kecelakaan tunggal di Jurang Klampok, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur pada Minggu (15/4) siang lalu bertambah. Total seluruh korban berjumlah 16 orang. Satu korban diantaranya meninggal dunia. 
"Korban meninggal dunia saat perjalanan menuju ke RSSA Malang. Sebelumnya dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, karena mengalami patah tulang leher," ungkap Kaposlaka Lantas Bululawang, Iptu RM Ganeth. 
Korban meninggal dunia adalah Bahrul Anam, 47, warga Jalan Panjaitan, Desa/Kecamatan Gondanglegi.
"Selain patah tulang leher, korban juga patah tulang kaki kiri," ucapnya. 
Sementara 15 korban yang mengalami luka adalah, Bayu Eko, 15, warga Desa Pagedangan, Turen mengalami luka lecet pada tangan. Agung, 45, warga Jalan Tendean, Turen, mengalami luka lecet pada tangan dan kaki. Yunita Kristiana, 28, warga Blitar, mengalami luka lecet pada tangan. 
Nendan, 30, warga Desa Suwaru, Pagelaran, mengalami luka lecet pada tangan. Suhartatik, 37, warga Dampit, mengalami luka lecet pada tangan. Mustofa, 23, warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Gondanglegi mengalami patah tulang dibawa ke sangkal putung. 
Fani Hartono, 27, warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Gondanglegi mengalami luka lecet pada tangan dan kaki. Suharsono, 21, warga Desa Karangsuko, Pagelaran mengalami luka lecet pada tangan dan kaki. Fajar Hari Susanto, 16, warga Curungrejo, Kepanjen mengalami luka lecet pada tangan dan kaki. 
Iksi Twi Lestari, 36, warga Desa Tempursari, Lumajang, mengalami luka robek pada kepala dirawat di Puskesmas Bantur. Umi Ana, 46, warga Desa Tegalsari, Kepanjen, mengalami patah tulang tangan kanan dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. 
Rizka, 19, warga Desa Balerejo, Wlingi - Blitar, mengalami patah tulang kaki kiri dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Wulandari, 27, warga Desa Bandarangin, Pagak, mengalami patah tulang dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
Lukman Hakim, 27, warga Desa/Kecamatan Gondanglegi, mengalami luka kepala dirawat di RS Wava Husada Kepanjen. Dan Hariono, 36, warga Desa Karangsuko, Pagelaran mengalami patah hidung dirawat di RS Wava Husada Kepanjen. 
"Untuk sopir truk yang mengalami luka lecet, yakni Toyok Sujud Pribadi, 48, warga Desa Putukrejo, Gondanglegi, sudaj kami amankan. Saat ini kasus kecelakaan masih kami selidiki dan dalami," jelas Ganeth. 
Untuk penyebab kecelakaan truk nopol N 9730 DC, menurut Ganeth, dari pemeriksaan sementara karena porseneling mengalami los. Kejadian itu saat truk melintasi jalan yang menurun. Pengemudi truk, tidak bisa menguasai kemudi dan rem hingga truk melaju dan terperosok ke dalam jurang. 
"Kalau dari keterangan sementara, karena  truk mengalami porseneling los dan rem blong. Tetapi untuk penyebab lainnya, masih kami dalami," ujarnya. 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kendaraan truk N 9730 DC yang bermuatan sekitar 20 penumpang mengalami kecelakaan tunggal pada Minggu siang lalu. Rombongan wisatawan ini, berniat pulang setelah berwisata ke Pantai Balekambang. 
Ketika melintasi jalanan yang menurun, tiba-tiba kondisi porseneling mengalami los. Sopir truk berusaha mengerem namun rem juga tidak berfungsi maksimal, hingga truk melaju dan akhirnya terperosok ke dalam jurang.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...