Segera Gelar Rekonstruksi Ibu Bunuh Anak Kandung

 
MALANG - Ingat dengan kematian Saiful Anwar, bocah berusia 8 tahun, warga Dusun Tempur, Desa/Kecamatan Pagak, yang meregang nyawa karena dianiaya ibu kandungnya, Ani Musripah, 40 tahun. Senin (16/7) depan Polres Malang, berencana akan melakukan rekonstruksi kasusnya. 
"Kalau minggu ini, kami masih belum siap. Sudah kami jadwalkan Senin depan untuk dilakukan rekonstruksi," ungkap Kanit UPPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.
Reka adegan penganiayaan yang menyebabkan kematian Saiful Anwar, pelajar kelas 3 SD tersebut, sedianya digelar di Polres Malang. Polisi tidak mau mengambil risiko, jika rekonstruksi dilakukan di TKP atau rumah tersangka. 
"Pertimbangannya karena keselamatan tersangka. Kami tidak ingin terjadi apa-apa pada tersangka, karena khawatir kemarahan keluarga atau warga sekitar," jelasnya. 
Rekonstruksi ini, adalah untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka. Sekaligus mencocokkan keterangan tersangka dalam BAP, dengan fakta kejadian sebenarnya. 
Sementara untuk perkembangan penyidikan, Yustiana mengatakan kini pihaknya masih menunggu hasil kelanjutan pemeriksaan psikolog. Sebelumnya memang sudah dilakukan pemeriksaan, tetapi masih ada tambahan pemeriksaan di RSSA Malang. 
"Ini yang masih kami carikan solusi. Karena pemeriksaan lanjutan, tersangka informasinya harus menjalani rawat inap selama dua pekan. Jelas itu tidak bisa, karena statusnya adalah tersangka dan dikhawatirkan kabur," urainya. 
Sekadar diketahui, Selasa (19/6) petang lalu menjadi hari nahas bagi Saiful Anwar. Pelajar kelas 3 SD ini, mendapat siksaan dari ibu kandungnya Ani Musripah, 40. Korban dipukuli di dalam rumahnya di Dusun Tempur, Desa/Kecamatan Pagak, Kabupaten Mapang. Masalahnya, ibu korban jengkel karena anaknya itu dianggap mengambih uang Rp 51 ribu. 
Akibat perbuatannya tersebut, Ani Musripah, dijerat dengan pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 24 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara. (agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...