Sopir Truk Maut Tersangka

Pernah Ditilang
Sopir truk nahas yang merenggut empat nyawa di Girimoyo, Karangploso (Karlos), Iwan Prasetyo, warga Gadang, punya catatan negatif dalam ketertiban lalu lintas. Kanit Laka Polres Malang, Iptu Yoyok Supandi menyebut dia tidak mengantongi SIM sesuai peruntukan kendaraan besar yang dikendarai, saat kecelakaan tragis Jumat lalu.
“Informasi awal, dugaan sementara ini, pengendara tersebut, tidak bisa menunjukkan surat izin mengemudi yang sesuai peruntukan kendaraan besar ini,” kata Yoyok kepada wartawan, usai olah TKP tim gabungan di Karlos, kemarin sore. Iwan tidak memiliki SIM B1 sebagai persyaratan menyetir truk dengan berat lebih dari 3.500 kilogram.
Sebaliknya, dia hanya punya SIM-A yang hanya bisa dipakai menyetir mobil penumpang perseorangan atau barang dengan jumlah berat yang tidak lebih dari 3.500 kilogram. Dengan SIM-A, dia hanya bisa menyetir mobil roda empat biasa, bukan truk katrol besar bernopol N 9065 UK ini.
Akibat tak punya SIM B1, dia bahkan sempat ditilang oleh polisi. “Benar, dia juga sempat ditilang di Sidoarjo karena tak punya SIM yang sesuai. Sampai sekarang, dia belum menjalani persidangan untuk tilang SIM. Berarti pelanggarannya baru-baru ini, belum lama,” tambah perwira dengan dua balok emas di pundak itu.
Meski demikian, Polres Malang belum membuat kesimpulan terkait penyebab utama kecelakaan yang menghilangkan empat nyawa dan luka-luka serius dari pengguna jalan. Yoyok menyebut Polres Malang menunggu hasil analisa olah TKP tim gabungan Traffic Accident Analysis (TAA) Dirlantas Polda Jatim, Dishub Provinsi Jatim-Kabupaten Malang serta Unit Laka.
Sore kemarin, belasan orang dalam tim gabungan, tiba di Malang dan mendatangi Satpas Polres Malang di Singosari. Malam sebelumnya, Unit Laka sudah melakukan olah TKP. Namun, tim gabungan kembali memeriksa barang bukti kecelakaan yang diamankan. Yakni, kendaraan roda empat berupa mobil Suzuki Panther, angkutan umum serta beberapa sepeda motor.
Tim gabungan lalu bergerak ke jalan Kertanegara, Girimoyo, untuk memeriksa barang bukti kendaraan truk katrol bernopol N 9065 UK yang sudah ringsek pada bagian depan kiri. Petugas gabungan menghabiskan waktu kurang lebih satu jam dalam olah TKP ini. Sementara, Kasi Lalin Angkutan UPT LLAJ Dishub Provinsi Jatim di Malang, Wahyudi menyebut tim gabungan memeriksa kondisi fisik semua kendaraan.
“Kami lihat lokasi terjadinya kecelakaan, pemeriksaan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan, serta kondisi setelah tabrakan. Kami lihat semua aspek, mulai dari nomor mesin, sasis, serta nomor uji,” kata Wahyudi. Dia mengaku belum bisa memberi kesimpulan terkait penyebab utama kecelakaan.
“Kami belum bisa simpulkan hasil pemeriksaan. Nanti akan digabungkan secara tertulis. Kami juga belum bisa simpulkan kondisi kendaraan layak atau tidak ketika terjadi kecelakaan,” tambah Wahyudi. Sementara itu, Jasa  Raharja Malang mendatangi para keluarga korban kecelakaan untuk memberikan santunan dari pemerintah.
Jasa Raharja, memberikan Rp 50 juta untuk masing-masing keluarga korban meninggal, yakni Winarti, Sujatmiko, Warsiti dan Kuswanto. Kepala Jasa Raharja Malang, Zul Effendi menyebut santunan ini diberikan sebagai bentuk perlindungan negara kepada warga yang kecelakaan. “Persyaratan menerima santunan, adalah adanya laporan kepolisian, kalau berkeluarga ya surat nikah, serta buku rekening. Untuk tiga korban ini, kami bantu buka rekening, serta langsung transfer,” tutur Zul, usai mendatangi keluarga korban di dusun Kendalsari RW 08, desaNgijo, Karlos, sore kemarin.(agp/fin/han)

Berita Lainnya :