Tabrak Polisi, Ternyata Bawa 500 Pil Setan


MALANG - Satlantas Polres Malang mengungkap peredaran dobel L dalam razia yang digelar di kawasan Kebonagung Pakisaji. Polisi lalu lintas, membekap dua orang pelakunya, Kamis lalu. Yakni, inisial IM (24) dan MLS (22), warga Dusun Srigading, Kecamatan Tajinan. Penangkapan ini dibenarkan oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Ahmad Taufik.
Dia merinci, penangkapan terhadap dua orang dengan kepemilikan dobel L, diawali dari operasi razia Cipta Kondisi serentak di seluruh Kabupaten Malang. Seperti biasa, petugas lantas mengawasi arus lalu lintas, sembari menghentikan pengendara. Pemeriksaan terhadap surat dan kelengkapan berkendara dilakukan.
Jika ada yang tidak membawa surat lengkap, maka petugas langsung melakukan penilangan. Petugas di kawasan Kebonagung Pakisaji, juga menjalankan rutinitas tugas seperti biasa. Setelah satu jam razia, petugas lantas tiba-tiba saja melihat pengendara sepeda motor mencurigakan. Pengendara motor ini, berupaya melarikan diri dari razia.
Mereka berdua, menerobos barisan petugas. Tanpa komando, para polisi lantas yang berada di jalan, langsung menghentikan motor ini. Bahkan, pengendara motor yang diketahui berinisial IM, langsung menabrak seorang polisi, sebelum terjatuh dari motornya. Polisi semakin curiga dengan tindak-tanduk kedua orang ini.
Penggeledahan pun dilakukan. “Kami lakukan pencarian di tubuh pelaku, tapi tidak menemukan barang mencurigakan. Hanya saja, kami tak berhenti sampai di situ. Kami meminta dia membuka jok motor. Saat pemeriksaan inilah, kami akhirnya menemukan 3 bungkus pil dobel L, yang disembunyikan di antara tumpukan celana,” ujar Taufik.
Polisi menghitung jumlah pil koplo yang disembunyikan pelaku, dan berjumlah 500 butir. Handphone pelaku pun disita karena diduga memuat percakapan transaksi pembelian dobel L. “Kami limpahkan kedua pelaku dan barang bukti ke Satresnarkoba,” ungkapnya. Informasinya, Polres Malang berhasil melacak siapa pemasok pil koplo tersebut.
Pemasok inilah yang diduga kuat bakal terjerat hukum karena mengedarkan obat keras berbahaya tanpa izin, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :