Tanam Ganja di Pekarangan Belakang


MALANG - Edi Susanto, 35, harus mendekam dalam terali besi Mapolres Malang, sejak awal pekan lalu. Warga Dusun Tulusayu Desa Sidorahayu Kecamatan Wagir ini, dibekuk Satreskoba Polres Malang.
Edi ditangkap karena menanam pohon ganja di pekarangan belakang rumahnya. Ada enam pohon ganja berusia sekitar 8 bulan yang berhasil diamankan sebagai barang buktinya.
"Pohon ganja yang ditanam sudah cukup usia. Bahkan sudah beberapa kali panen," jelas KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu Suryadi, didampingi Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.
Penangkapan Edi, menurutnya berawal dari informasi masyarakat. Polisi lantas menindaklanjuti dengan menyelidiki. Begitu informasi benar, polisi langsung menggerebek dan menangkapnya. "Dia kami jerat dengan pasal 111 ayat 1 dan 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara," tegas Suryadi.
Sementara dalam pemeriksaan, tersangka mengaku menanam ganja, tidak untuk diedarkan. Pria yang bekerja sebagai kuli proyek bangunan ini, mengatakan ganja tersebut untuk dikonsumsi sendiri. "Selama ini sudah empat kali panen. Semuanya saya pakai sendiri tidak untuk dijual," ujar tersangka Edi Susanto.
Dia menanam ganja itu, karena iseng dan coba-coba. Sekitar sembilan bulan lalu, ketika membeli poketan ganja kering ada biji ganjanya. Kemudian oleh tersangka Edi ditanam di pekarangan belakang rumahnya.
Ternyata biji ganja tersebut tumbuh menjadi tanaman. Oleh tersangka kemudian dirawat dan daun ganja yang tumbuh dipanen untuk konsumsi sendiri.
"Saya mengonsumsi ganja untuk relaksasi saat kerja saja. Ketika memakai ganja ada semangat untuk kerja," katanya yang mengaku bekerja di proyek bangunan.(agp/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :