Tidur, Tewas Terpanggang


MALANG - Kobaran api menggegerkan warga Dusun Krajan Desa Jambangan Kecamatan Dampit, Selasa (29/1). Api membakar rumah Mbok Tuginah, 66, warga sekitar. Kebakaran tersebut juga merenggut nyawa Sugiono, 48.
Anak Mbok Tuginah tersebut, tewas terpanggang. Korban terbakar karena terjebak dalam kobaran api. Ia tidak bisa menyelamatkan diri, ketika kobaran api membakar rumahnya.
"Korban Sugiono ini terbakar karena saat kebakaran berada di dalam kamar. Ia sedang tidur di kamar dekat ruang dapur," ujar Kanitreskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mashudi.
Diperoleh keterangan, korban di rumah tersebut tinggal bersama ibunya, Mbok Tuginah serta adik-adiknya. Saat kejadian ibu serta adik-adiknya, pergi bekerja ke sawah. Sedangkan korban yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan, tinggal di rumah sendirian.
Ketika di rumah sendirian itulah, Sugiono membakar kayu tungku di ruang dapur. Usai menyalakan api, oleh Sugiono langsung ditinggal masuk kamar untuk tidur.
Saat ditinggal tidur itulah, api membesar. Api lantas merambat ke bangunan lain hingga mengakibat kebakaran. Korban yang terjebak di dalam kamar tidak bisa menyelamatkan diri. Sugiono pun tewas terpanggang.
Kejadian kebakaran itu baru diketahui oleh salah satu warga sekitar yang melihat ada kepulan asap tebal yang keluar dari rumah Mbok Tuginah. Saksi lalu memberitahu warga sekitar. Kemudian dengan air seadanya, warga lantas berusaha memadamkan api.
Begitu api padam, warga mendapati tubuh Sugiono tewas terpanggang. Warga pun lalu melaporkannya ke petugas Polsek Dampit. Polisi yang mendapat laporan, segera datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi korban dibantu Tim Identifikasi Polres Malang.
"Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan tertulis. Mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan jenazah langsung dimakamkan," tegas mantan Kasubag Humas Polres Malang ini.(agp/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :