Usai Pesta, Perkosa dan Habisi Gadis Lawang


Pelaku Sudah Mengancam Lewat Facebook
Pembunuhan yang dilakukan Muhammad Madinatul Huja alias Donon, terhadap EPN (16), warga Dusun Kalisuko, Desa Sumbersuko, Kecamatan Lawang, sepertinya sudah terencana. Warga Dusun Ngawen, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan ini, sudah merencanakan sejak seminggu sebelumnya. Dugaan itu dari status Donon dalam akun facebook (FB) miliknya.
Donon, yang memiliki akun FB dengan nama Lekk K-cenk, sempat mengunggah status pada 19 September lalu, pukul 12.04 WIB. Tulisnya, ‘Tunggu tanggal main.nya’. Status tersebut dimungkinkan untuk merencanakan pembunuhan terhadap EPN.
Dari status yang dibuatnya tersebut, sampai malam kemarin pukul 21.25 ada 906 komentar. Isinya adalah hujatan terhadap Donon, atas pembunuhan sadis yang dilakukannya terhadap EPN.
Diantaranya dari akun FB milik Puji Setyawan. “Beraninya samaa cewekk…udah di,ksih, enak kurang enakk,,,sadis lho, tidak berperikemanusiaan, blass”. Begitu juga dari akun FB milik Alisya Aprilla, “Dassaar lelakii gk tau dirii…gk tau apa loo lahir dari perempuan jugaa”.
Pemilik akun FB Pradita, juga ikut menghujatnya. “Pelaku e banci…berani nya cuman sama cewe…cewe itu lemah sekali gampar meninggal...hukum seberat2nya pak q setuju bgt...musnahkan saja biar aman”. Hengki Chandra Setiawan, juga berkomentar tentang status Donon. “Brarti mkst.e update statuse ‘Tunggu Tanggal Mainnya Brarti Tunggu tanggal mbunuh nyah paling y”.
Sementara itu, korban EPN dari akun FB miliknya bernama Ekha Pezsegk, juga aktif mengupdate status. Pada 1 September, ia membuat status ‘Ayo dolen, Sowong aq’. Status itu dikomentari oleh 58 orang dan disukai 274 orang. Kemudian pada 7 September, statusnya ‘Ternyata onok..duh wes kok wegah loro’.
Selanjutnya pada 18 September mengunggah 14 foto dengan membuat status, ‘Pingin dadi seng pertama dan terakhir’. Lalu, pada 19 September pukul 04.21, membuat status ’04.20 moto.ku sek mecicil gaiso turu’.
Pada 19 September pukul 05.09, kembali membuat status ‘Makasih mas wes ngekek.i aku perhatian…wes ngeman aku’. Pada pukul 05.20, kembali update status ‘Ngemong dedek bayi 2 tak pangku langsung tidur semua’.
Selanjutnya pada 20 September memasang foto dengan tulisan ‘tetap tersenyum walau hati ini menangis’. Pada hari itu juga pukul 05.45, membuat status ‘Gak ngrti blas’. Kemudian pada 21 September, statusnya ‘Semua terlambat, aku udah sia* . Halah biyarin wes mungkin mau cari yg lbih cocok buat dia. Semangat yo depan rumah’.
Lalu, pada 23 September statusnya ‘Bingung aku duuuhhh’ dengan 148 komentar dan 450 orang yang memberikan like. Kemudian pada 25 September pukul 16.30, sebelum EPN dibunuh, ia sempat membuat status terakhirnya. ‘Haduh…aku yo opo iki’. Status ini sampai semalam pukul 21.45 ada 1.373 komentar dan 12 kali dibagikan.
Dari beberapa komentar, kebanyakan adalah mendoakan untuk (alm) EPN. Salah satunya dari akun Bang Jack. ‘Selamat jalan dik semoga arwahmu mendapatkan ridhoNYA disana amin’. Juga dari akun milik Ayuk Fauzi, ‘smga almarhum di ampuni sgla dosa2x. Di trima sgla amalan ibadahx…amin’.(mg1/agp/ary)

Berita Lainnya :