Warga Luruk Balai Desa, Tuntut Kades Trenyang Dipecat


MALANG – Kesabaran warga Desa Trenyang tampaknya sudah habis. Selasa(18/6) siang, sekitar 25 orang perwakilan warga mendatangi Balai Desa Trenyang Kecamatan Sumberpucung. Kedatangan mereka bertujuan meminta DS, Kepala Desa (Kades) Trenyang diberhentikan alias dipecat dari jabatannya. Alasannya warga tidak mau dipimpin oleh kades yang memiliki akhlak dan moral bejat.
Tuntutan warga ini buntut dugaan asusila yang dilakukan oleh kades. DS dilaporkan telah melakukan dugaan perkosaan terhadap warganya. Korban adalah istri dari salah satu perangkat desa setempat, pada Kamis (13/6) lalu.
Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan UPPA Satreskrim Polres Malang. Dalam pemeriksaan polisi, korban mengaku diperkosa oleh DS. Sementara DS, mengaku kalau hubungan itu dilakukan atas dasar suka sama suka.
Kedatangan warga ke Balai Desa Trenyang ditemui oleh Ketua BPD Desa Trenyang Solikin, serta Kapolsek dan Danramil Sumberpucung. Perwakilan warga diberikan penjelasan terkait kasus Kades Trenyang yang kini masih dalam penyelidikan Polres Malang.
"Keluhan masyarakat datang ke balai desa ini, karena kasusnya belum selesai kok sudah tugas ngantor sejak Senin,(17/6). Sehingga warga bertanya-tanya, kok berani-beraninya sudah bertugas," ujar Suliono, salah satu perwakilan warga dengan nada tinggi.
Menurutnya, ketika DS kembali tugas sementara kasusnya belum selesai, dikhawatirkan bakal terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Misalnya ketika datang ke balai desa, bertemu dengan suami korban.
Tuntutan lain yang disampaikan kepada Ketua BPD, warga juga meminta supaya kades DS diberhentikan. Alasan warga lantaran tidak ingin dipimpin oleh kades yang bermoral bejat. Apalagi warga juga mendengar pengakuan kades bahwa perbuatan asusila dilakukan dasar suka sama suka.
"Kalau aspirasi yang kami sampaikan saat ini tidak mendapat tanggapan secepatnya, maka warga akan kembali mendatangi balai desa dengan jumlah lebih besar. Kami minta BPD atau pihak terkait untuk menonaktifkan kades sementara waktu," tegas Suliono yang dibenarkan oleh Rozi, warga lainnya.
Solikin Ketua BPD Trenyang ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kedatangan warga untuk menyampaikan keluhan. Pasalnya, warga mengetahui kalau Kades DS mulai ngantor sejak Senin.
"Ketika Kades masih kerja, warga mengkhawatirkan ada kejadian yang tidak diinginkan. Dan warga meminta selama kasusnya masih diproses, kades diminta untuk tidak masuk terlebih dahulu," terang Solikin.
Bagaimana dengan tuntutan warga yang meminta Kades diberhentikan? Solikin menegaskan, fungsi BPD hanya bisa menampung aspirasi saja. Nantinya apa yang disampaikan warga akan dilanjutkan ke pihak terkait seperti Muspika dan Pemkab Malang.
"Namun untuk tuntutan warga itu, kami meminta pernyataan tertulis supaya ada bukti. Karena prosedurnya seperti itu, dan kami sama sekali tidak ada kepentingan tertentu. Karena kami hanya ingin situasi aman, pembangunan serta pelayanan desa lancar," pungkasnya.(agp/lim)