Waspada Ajudan Kadindik Abal-abal


MALANG - Polres Malang Kota mengimbau semua masyarakat, dari semua elemen, untuk mewaspadai segala bentuk telepon yang mengatasnamakan pejabat atau aparat. Pasalnya, belum lama ini, seorang wanita berinisial RB, 55, warga Kelurahan Pisangcandi, tertipu uang Rp 45 juta dengan mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah.
Hal ini ditegaskan Kasatreskrim Polres Makota AKP Komang Yogi Arya Wiguna kepada wartawan Senin kemarin. "Kami mengimbau warga masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap telepon yang mengatasnamakan aparat atau pejabat, dan meminta uang dengan iming-iming yang seakan-akan berkaitan dengan tugas aparat dan pejabat itu. Harus konfirmasi dulu ke dinas terkait," kata Komang.
Dari keterangan yang dihimpun, wanita berinisial RB yang merupakan pengelola lembaga pendidikan di kawasan Kota Malang, ditelepon seseorang bernama Burhan, pada 23 Januari 2019. Burhan mengaku sebagai ajudan dari Kadindik Kota Malang Zubaidah.
RB diminta menghadap Kadindik Kota Malang pada Kamis 24 Januari 2019. Setelah ini, RB ditelepon oleh wanita yang mengaku sebagai Zubaidah Kadindik Kota Malang. RB diarahkan untuk menelepon seorang pria bernama Ali Muslih. Dari pria ini, RB menerima informasi bahwa lembaga pendidikan yang dikelolanya, bakal mendapatkan sumbangan dari Mendikbud.
Total sebesar Rp 200 juta dan Rp 300 juta. Tapi, syaratnya RB harus mentransfer uang dahulu ke nomor rekening tertentu. Dia akhirnya melakukan transfer di BRI Unit Galunggung Kecamatan Klojen sebanyak 2 kali, sebesar Rp 25 juta, dan Rp 20 juta, ke dua nomor rekening yang berbeda.
Setelah itu, pelaku meminta uang lagi ke korban. Namun, karena diulangi lagi untuk ketiga kalinya, korban curiga dan tak menuruti permintaan pelaku. Dia langsung menuju Polres Makota untuk melaporkan kejadian ini. Sementara, Kadindik Kota Malang Zubaidah menegaskan bahwa namanya dicatut oleh pelaku untuk melancarkan modus penipuan.

Berita Terkait