Waspada Obat Bius Disemprotkan Helm


MALANG - Para pelaku kejahatan terus berupaya menggunakan modus-modus kejahatan model baru. Bahkan modus kejahatan yang digunakan semakin aneh demi melancarkan aksinya. Oleh karena itu, pihak kepolisian dari Polres Malang Kota tidak pernah berhenti memberikan imbauan kepada masyarakat supaya selalu meningkatkan kewaspadaan.
Beberapa waktu belakangan ini, melalui media sosial, masyarakat harus berhati-hati ketika parkir kendaraan. Kemudian, para pengendara diharapkan untuk tidak meninggalkan helmnya di atas motor. Pasalnya, hal tersebut rentan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk membuat korban tak berdaya. Para pelaku menyemprotkan obat bius ke helm korban saat ditinggal di tempat parkir. Saat helm tersebut dipakai, seketika korban pingsan karena terkena obat bius. Kemudian pelaku akan beraksi mengambil motor dan harta korban.
"Imbauan, mohon teman-teman yang menggunakan roda dua, bilamana parkir, agar tidak menaruh helm di atas motor, terlebih lagi ketika ke mesin ATM. Modus baru pelaku memperdayai korban dengan cara menyemprotkan obat bius ke busa helm korban yang ditinggal di tempat parkir. Begitu korban mengendarai motornya, tidak lama ia akan jatuh pingsan. Hingga pelaku dengan mudah mengambil motor dan harta benda lainnya," tulis pesan dalam -imbauan modus kejahatan yang tersebar lewat Whatsapp itu.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, terkait modus menyemprotkan obat bius ke helm korban yang ditinggal di sepeda motor, sampai saat ini masih belum ditemukan di Kota Malang. "Masih belum ada (modus pencurian dengan menggunakan obat bius," jelas dia.
Meski begitu, modus kejahatan tersebut tidak menutup kemungkinan masuk ke Kota Malang. Sehingga, bisa menjadi teror bagi masyarakat dan menimbulkan keresahan. Maka dari itu, pihaknya tak ingin kecolongan dan akan terus berupaya mengantisipasi kejahatan dengan modus baru. "Sementara hingga saat ini untuk modus tersebut belum ada laporan di Malang Kota. Kami antisipasi juga untuk modus baru tersebut," kata dia.(tea/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :