Truk Kontainer Seruduk Truk, Hantam Innova lalu Tabrak PJU


PURWODADI – Jalur Malang-Surabaya di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Jumat sore (16/11) sekitar pukul 17.00 terganggu. Itu setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan truk kontainer dan mobil Toyota Innova.

Jangkar Turun ke Bendungan, Tubuh Winarko Ditemukan

MALANG- "Ya Allah, wes mbiru ya awake," ucap seorang petakziah ketika melihat proses pemandian jenazah Winarko alias Murko, di rumah duka Dusun Tawang, Desa Sukowilangun, Kalipare.

Ingkar Janji Menikahi, Pemuda Krebet Dipolisikan

MALANG– Akibat mengingkari janji menikahi remaja yang dihamilinya, pemuda inisial RGN, warga Jalan Diponegoro, Dusun Gading, Desa Krebet, Bululawang dilaporkan ke polisi. Laporan ke Unit PPA Satreskrim Polres Malang ini adalah laporan kedua.
Sebelumnya pelaku RGN pernah dilaporkan juga ke unit yang sama tahun 2016 lalu. Saat menyetubuhi korban, RGN dan korban LH, warga Mergan Lori, sama-sama masih berusia 16 tahun alias di bawah umur. 
“Namun, setelah laporan masuk, keluarga terlapor meminta perdamaian, dan berjanji menikahkan RGN dan LH, sekaligus memohon pencabutan laporan,” kata Eka Bagus Efendi SH, kuasa hukum korban kepada wartawan, kemarin.
Dalam perjanjian itu, disebutkan bahwa RGN dan LH akan dinikahkan, dan biaya persalinan akan ditanggung. Setelah menyepakati perjanjian, laporan polisi dicabut oleh korban. Nyatanya, janji ini tak terwujud. 
Menurut Eka Bagus, kliennya pernah ditelepon oleh pria mengaku modin dan menentukan tanggal pernikahan RGN dan LH. “Tapi, keluarga terlapor tak pernah sowan, tak pernah rembukan dan silaturahmi selayaknya adat  menentukan tanggal pernikahan,” terang dia.
Dilanjutkan advokat yang tergabung dalam DPC Peradi Malang pimpinan Yayan Riyanto, SH, MH itu, keluarga korban tersinggung, pernikahan itu tak pernah terjadi, bahkan sampai anak korban lahir. “Sekarang usia anak itu sekitar 2 tahun,” tambahnya.
Setelah ini, somasi pun dilayangkan oleh kuasa hukum korban kepada keluarga RGN. Namun, somasi untuk melaksanakan poin perjanjian yang ditandatangani saat pencabutan laporan, tidak dihiraukan oleh keluarga terlapor. 
Merasa tak terima anaknya dilecehkan seperti ini, Wiwik, ibu korban bersama Agus, suaminya  melaporkan ulang kasus tersebut ke Unit PPA Polres Malang. “Laporan sudah kami buat pada 14 November, dan ditanggapi langsung oleh penyidik Unit PPA Polres Malang,” tegas Eka Bagus. 
‘Keluarga korban dan klien kami ini, mencari keadilan, dan mengharap hukuman yang setimpal diberikan kepada terlapor,” tutupnya. Sementara itu, penyidik Unit PPA Polres Malang, Aipda Erlehana membenarkan tentang masuknya laporan ini.
“Kami sudah menerima langsung berkas laporan ulang itu. Tahun 2016, laporan ini pernah masuk, tapi ada mediasi, dan terlapor bersedia bertanggungjawab pada korban. Tapi, karena ada pengingkaran kesepakan, kami langsung tindaklanjuti dan proses secara hukum,” tambah Erlehana.
Petugas lapangan sudah diturunkan untuk menyidik dan menangani kasus ini. Terpisah, keluarga korban meminta petugas polisi menindak setegas-tegasnya terlapor sesuai hukum. “Dua tahunan kami menunggu janji itu ditepati. Tapi, yang ada hanya janji saja,” tutup Agus yang kesehariannya penjual kue rangin itu. (fin/mar)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :