Serius Bisnis di Malang, Pekerjakan Puluhan Karyawan Malang Raya


MALANG - Gerai kue artis di Malang Raya dibuka dengan modal yang tak sedikit. Investasi besar ini, berpacu dengan waktu. Tak bisa mengandalkan ikon keartisan semata. Menurut pakar ekonomi, bisnis kue artis ini juga berpacu dengan fase down swing. Dari kacamata bisnis, gerai oleh-oleh tersebut pada suatu hari akan mengalami titik jenuh.
 “Kalau dari teori marketing, suatu hari bisnis akan mengalami titik jenuh. Ada titik tertentu orang sudah mulai bosan. Ini untuk produk apapun,” papar Dekan Fakultas Ekonomi Universitas negeri Malang, Dr. H. Cipto Wardoyo, SE, M.Pd, M.Si, Ak, CA.
Menurutnya, pada bisnis penjualan apapun, nantinya akan mengalami down swing. Sehingga, pada saat produk tersebut ada di puncak volume penjualan, pemilik jangan bangga dulu. Sehingga, para pengusaha harus mampu berinovasi. Baik dari segi produk dan varian rasa yang ditambah atau dari segi packaging.
“Sebelum down swing terjadi, mereka harus berinovasi lagi. Entah rasanya ditambah, packaging dibuat lebih menarik dan sebagainya,” beber dia.
Selain itu, nama artis yang mendirikan juga berpengaruh besar. Menurutnya, bagi para masyarakat yang mengidolakan artis tersebut, akan membeli produk artis idolanya. “Otomatis itu. Mereka membeli karena ikon artisnya,” pungkas dia.
Padahal, gerai kue artis ini adalah investasi besar. Untuk menyewa tempat saja, butuh uang hingga ratusan juta rupiah. Apalagi, jika bisnis tersebut terletak di kawasan Jalan Ijen, Kota Malang. Seperti diketahui, gerai jajanan artis, yakni Makobu Cake terletak di kawasan Jalan Ijen. Olahan kue yang dimiliki oleh Krisdayanti tersebut terletak di kawasan elit.
Ketika Malang Post mencoba menelusuri melalui salah satu agen properti yang ada di Kota Malang. Principal Brighton Malang, Hendy Susanto mengatakan, untuk sewa rumah di kawasan Jalan Ijen, perkiraan harganya ada di angka Rp 30 miliar.
“Sedangkan untuk sewa, sekitar Rp 300 juta per tahun,” terang dia kepada Malang Post.
Sedangkan untuk gerai oleh-oleh A6 yang dimiliki oleh Anang Hermansyah sekeluarga tersebut terletak di kawasan Jalan Guntur, Kota Malang. Di mana harga jual rumah sekitar Rp 10 miliar. Kalau untuk harga sewa, sekitar 350 juta per tahun. Selain gerai A6, ada juga gerai Malang Strudel yang juga terletak di kawasan Jalan Semeru, Kota Malang.
“Kalau Jalan gunung-gunung range harganya sekitar segitu,” papar dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya :