Didominasi Segmen Menengah


Malang - Bagi kalangan eksekutif, menjelang tahun ini merupakan momen yang paling penting untuk peluang bisnis properti. Berkaitan dengan hal tersebut, bisnis properti di tahun 2017 diprediksi oleh pakar ekonomi bisnis, Prof. Dr. Anwar Sanusi SE. M.Pd, tahun 2017 ini bisnis properti mengalami pertumbuhan penjualan yang cukup baik di Kota Malang. Ia memprediksi nilai penjualan tahun 2017 ini akan tumbuh sebesar 15 persen.
Rektor Universitas Merdeka Malang (Unmer) ini optimis, pesatnya perkembangan pasar properti tahun ini di Kota Malang. Hal itu memang bukan tanpa sebab, Anwar mengatakan, ada beberapa faktor mengapa sektor ini akan berkembang di Kota Malang. Salah satunya, karena adanya berbagai stimulus yang diluarkan oleh pemerintah seperti menurunnya bunga kredit, pelonggaran LTV, potongan pajak penjualan hingga tax amnesty. Selain itu, dilihat perkembangan pendatang yang juga selalu melonjak.
“Itu adalah faktor pendorong dari pemerintah. Namun faktor keadaan yang sangat mendukung di wilayah ini akan memberikan dampak sangat strategis di wilayah Kota Malang,” paparnya. Terlebih, lanjut dia, Kota Malang adalah Kota metropolitan kedua setelah Surabaya. Dan Kota dengan perkembangan pesat. Sehingga sangat mudah menarik pendatang. Banyaknya perguruan tinggi di Kota Malang, juga menjadi salah satu faktor pendorong lonjakan bisnis properti.
Asalkan, lanjut Anwar, yang dikembangkan adalah bisnis properti dalam kategori hunian. Kalau untuk wilayah Kota Malang, memang bukan pendirian properti dalam bentuk bisnis rumah toko (Ruko). Sebab, lanjutnya, bisnis properti untuk dibisniskan kembali untuk wilayah Kota Malang kurang cocok.
“Karena lahan yang dimiliki kurang mendukung. Terlebih juga sudah banyak pusat-pusat perbelanjaan yang pada dasarnya memang digunakan untuk memberikan kemudahan kepada masyrakat. Tentu saja masyarakat lebih memilih belanja di mall,” kata guru besar ilmu ekonomi ini.
Anwar mengatakan, lonjakan pembelian properti sudah mulai terasa pada kuartal ke dua tahun 2017. Sejak, Februari 2017 kemarin. Segmen menengah diprediksikan tahun 2017 nanti akan menjadi primadona, dengan kisaran harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Maraknya pembeli mengincar di kelas ini karena peminat.
“Segmen menengah nanti akan masih mendominasi, sama seperti tahun 2016, yakni 43 persen. Dan penjualan properti ada pada segmen menengah,” jelasnya. Anwar menjelaskan sebenarnya kondisi bisnis properti tahun 2016 sudah mulai meningkat, buktinya pada kuartal tiga tahun 2016 nilai penjualan naik sebesar 8,1 persen dan unit penjualan naik sebesar 11,3 persen.(yun/big/dan/ira/yun/sin/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :