Di Kota Batu Naik 200 Persen


Batu - Perkembangan Kota Wisata Batu yang menggeliat menggerakkan perekonomian di kota ini. Dalam kurun waktu terakhir ini, banyak usaha baru yang tumbuh di kota ini, begitu juga usaha dari kota lain yang sudah memiliki nama, juga melakukan ekspansi ke kota ini.
Hal ini berdampak pada iklim penjualan properti di Kota Batu. Yuanita, pengusaha properti di Kota Batu mengatakan bahwa sejak beberapa tahun ini iklim usaha di Kota Batu terus melonjak naik, hal ini seiring dengan kenaikan kebutuhan properti di kota wisata ini.
Harga properti pun ikut naik, jauh dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya. "Bisa dikatakan kenaikannya mencapai 200 kali lipat harganya, dibandingkan di era tahun 2001," ujar Yuanita.
Banyak lahan-lahan yang selama ini tidak produktif, seiring dengan pembangunan kota, menjadi lahan yang kini memiliki nilai guna. Meskipun masih saja ada, spot-spot wilayah yang belum diminati usahawan.
Kebanyakan kalangan usaha memilih mencari tempat perkantoran atau pun tempat usaha mereka di jalur protokol kota. Sebagian besar terfokus pada kawasan Alun-Alun Kota Batu.
Sementara itu Raim, Owner Warung Wareg yang dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini mengembangkan usaha kuliner pada dua titik di kota wisata ini mengatakan bahwa cukup mudah mendapatkan properti di Kota Batu.
"Mudah kok mendapatkan properti di Kota Batu, masih belum sesulit mencari tempat usaha yang cocok di Kota Batu," ujar Raim. Dua warung yang didirikan oleh Wareg di Kota Batu ini memiliki tempat yang luas, cukup untuk bangunan warung dan tempat parkir.
Harga properti pun menurut Raim masih dalam taraf wajar mengikuti perkembangan kota. "Meskipun harganya naik, tapi wajarlah, seiring dengan pembangunan kota yang pesat," ujar Raim.(yun/big/dan/ira/yun/sin/ary)

Berita Lainnya :