Bisnis Properti Diprediksi Tumbuh 15 Persen


MALANG - Bisnis properti di Malang Raya sangat menggiurkan, diprediksi tahun ini tumbuh 15 persen. Karena kebutuhan tempat tinggal ataupun usaha yang kian meningkat. Tak hanya jual beli saja, namun gula-gula properti di Malang Raya ini, rupanya juga subur di bisnis sewa. Betapa tidak, di lokasi strategis Kota Malang saja, harga sewa properti bisa mulai dari Rp 100 juta, bahkan Rp 800 juta.
Kawasan menjanjikan untuk usaha di Kota Malang, Jalan Letjen Sutoyo dan Soekarno Hatta, menjadi kawasan lahan basah untuk bisnis properti ini. Marketing Ray White Malang, Farida Nursanti mengatakan tahun ini saja, kenaikan harga sewa ruko di kawasan dekat jalan raya mencapai 10 persen dari tahun sebelumnya.
"Di kawasan Letjen Sutoyo untuk harga sewa ruko tahun ini mencapai Rp 100 juta per tahun, dengan luas bangunan 4 x 15. Sedangkan dengan luas yang sama di daerah Soekarno Hatta harga sewanya mencapai Rp 50 juta," ungkap Farida.
Harga sewa tersebut bisa saja meningkat jika peminat semakin banyak. Dan juga dekat dengan fasilitas umum seperti kampus, dan rumah sakit, hingga pusat perbelanjaan. Selain itu semakin tahun harga sewa properti juga mengalami peningkatan.
"Kalau harga standart ruko sekitar Rp 250 jutaan di kawasan Soekarno Hatta, dan Rp 400 jutaan di Letjen Sutoyo. Itu merupakan ruko standart, kalau ruko yg lebih luas bisa mencapai harga diatasnya," tandasnya.
Sebuah kantor cabang dari sebuah kementerian, bahkan juga merogoh kocek cukup besar untuk sewa kantor. Di kawasan Jalan Letjen S. Parman, kantor ini mendapatkan harga sewa yang menurut mereka terjangkau, Rp 800 juta per tahun. Ini lebih murah dari kantor sebelumnya di dekat Rumah Sakit Syaiful Anwar, yang harga sewa per tahunnya menembus angka miliar.
Jika demikian di Kota Malang, lalu bagaimana dengan Kabupaten Malang. Kita bisa membacanya dari perkembangan harga properti di Kepanjen, sebagai ibu kota Kabupaten Malang. Rupanya, meski di Kepanjen, para pengusaha maupun perkantoran swasta juga tidak mudah menemukan properti dengan harga terjangkau. Tidak banyak properti di Kepanjen yang bisa disewa. Bila adapun, harganya terlalu mahal untuk sekelas di Kota Kepanjen dan kondisi bangunannya dinilai masih belum baik.
Hal ini seperti dikatakan salah satu Manajemen Perusahaan Asuransi Best Finance, Kepanjen, Suprapto SE. Menurutnya, untuk mendapatkan sebuah rumah toko untuk disewa, dirinya harus mencari dengan jangka waktu lama. Apalagi mayoritas bangunan baru berupa ruko maupun rumah dengan lokasi strategis masih belum banyak.
“Beberapa ruko kondisinya belum bagus dan berusia sudah lama. Seperti di perempatan Kepanjen yang letaknya strategis, tapi kondisinya kurang bagus,” tuturnya.
Selain itu, ukuran ruko di perempatan Kepanjen tersebut kurang luas. Bila memakai perumahan sebagai kantor, maka lekatnya tidak strategis dan jauh dari keramaian. Maka dari itu, sejak 2014 lalu, dia memilih menyewa salah satu ruko di daerah Kelurahan Ngadilangkung, yang dekat dengan pusat keramaian. Seperti dekat dengan pasar, kantor kepolisian dan perbankan. Namun, kondisi ruko tersebut kurang bagus. Selain itu, harga sewanya masih mahal untuk sekelas di Kota Kepanjen.
“Letaknya memang strategis, namun harganya hampir menyerupai sewa di Kota Malang. Seharusnya, harga sewanya harus jauh di bawah kota Malang,” tuturnya.
Namun, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Lantaran harga yang paling masuk akal dan harganya sngat strategis yang di tempat tersebut. Sehingga, dia akhirnya menyewanya.
Dia menyebut, untuk sewa satu ruko dengan luas bangunan 140 meter persegi dan luas tanah 70 meter persegi, dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp 45 juta untuk satu tahun. Menurutnya, harga sebesar itu masih terlampau mahal untuk sekelas Kota Kepanjen.
“Kalau di Soekarno Hatta yang memang sudah terkenal menjadi area perkantoran dan sentra bisnis,” terangnya.(yun/big/dan/ira/yun/sin/ary)

Berita Lainnya :