Rekomendasi DPRD Langsung Ditindaklanjuti


 
MALANG - DPRD Kota Malang memberikan sejumlah rekomendasi terkait LKPJ Wali Kota Malang tahun 2017. Pemkot Malang pastikan menjadikan rekomendasi dewan sebagai pertimbangan dan pedoman khusus dalam merancang pembangunan. 
Hal ini diungkapkan Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Kota Malang tentang Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap LKPJ Wali Kota Malang di gedung dewan.
“Pandangan akhir fraksi akan menjadi perhatian kami selanjutnya,” ujar Wahid.
Ia menjelaskan terdapat beberapa rekomendasi dari DPRD Kota Malang yang akan menjadi perhatian Pemkot Malang kedepan. Di antaranya masalah Silpa. Masukan yang dilontarkan fraksi-fraksi di dewan akan memotivasi pihaknya untuk lebih menekan anggaran di tahun-tahun berikutnya.
“Serta melakukan pengawasan lebih baik,” kata dia. 
Tidak hanya itu saja, rekomendasi program dan kegiatan seperti peningkatan kesejahteraan dan skill masyarakat melalui UMKM akan ditindaklanjuti. Pasalnya dalam penyampaian pandangan akhir fraksi kemarin, terdapat masukan bahwa UMKM Kota Malang selama ini hanya diberikan program pelatihan saja.
Kedepan, Pemkot Malang akan mempertimbangkan adanya bantuan permodalan di sektor tersebut sesuai rekomendasi dewan.  
“Tadi juga ada masukkan peningkatan kapasitas jalan. Memang di Kota Malang banyak perempatan yang sudut beloknya 90 derajat dan butuh dilebarkan untuk mengentas kepadatan di perempatan jalan,” tandasnya. 
Ia juga mengapresiasi rekomendasi pelayanan publik Pemkot Malang berbasis IT. Wahid mengakui pula jika semua pelayanan di Pemkot Malang akan diproyeksikan berbasis IT karena kemajuan teknologi.
Sementara itu Sekda Kota Malang Drs Wasto pun menanggapi soal Silpa. Ia mengungkapkan bahwa sisa anggaran tersebut bukan hanya berasal dari dana tak terserap.
"Ada juga dari   target pendapatan dan dari efisiensi program. Misalnya pajak ditarget Rp 350 miliar, tetapi dapat Rp 375 miliar. Selisihnya itu akan jadi Silpa," pungkasnya. (ica/van) 

Berita Lainnya :