Tutup Total, Hanya Buka Café Shop

 
Sementara itu Karaoke De Master di Kepanjen lebih memilih menutup total aktifitas hiburannya selama bulan Ramadan. Sekalipun, Pemkab Malang memberi toleransi untuk membuka pada malam hari. Namun, untuk menghormati bulan Ramadan, managemen memilih untuk tutup total.
“Kami (Managamen, red), ingin menghormati bulan Ramadan. Makanya, selama bulan Ramadan kami tutup total,” ungkap Pungky Satria Wibowo, Manager De Master.
Menurutnya, meskipun Pemkab memperbolehkan buka dengan memberi toleransi hanya dua jam, tetapi managemen memutuskan untuk tutup total. Selama tutup, lebih difokuskan untuk kegiatan yang lain.
“Dari pada rugi hanya buka dua jam, karena jelas tidak mungkin ada pengunjung, lebih baik tutup total,” ujarnya. 
Selama tutup total sebulan, lanjut Pungky, managemen akan melakukan perbaikan dan renovasi. Pegawai yang bekerja pun, dilakukan sistem piket. Mereka hanya sekadar berjaga dan bersih-bersih ruangan saja. 
"Semua aktivitas hiburan karaoke kami tutup total. Untuk semua karyawan selama karaoke tutup, mereka kami beri satu kali gaji," tuturnya. 
Namun untuk cafe shop, lanjut Pungky tetap buka seperti biasa. Karena cafe ini hanya sekadar menyediakan kopi dan camilan atau makanan ringan saja. Tidak menyediakan makanan ataupun minuman yang dilarang. 
Selain itu, cafe shop juga tidak bertempat di dalam ruangan. Keberadaan cafe hanya di luar ruangan saja. Sehingga tidak ada kaitannya dengan tempat hiburan karaoke. 
"Cafe shop ini seperti warung kopi pada umumnya. Hanya sekadar berjualan kopi dan camilan saja. Cafe ini, tidak ada kaitannya dengan barang terlarang," bebernya. 
Dikatakannya, untuk tempat hiburan karaoke De Master tutup total sejak H-3 bulan Ramadan, hingga H+3 setelah Lebaran. Sedangkan untuk cafe shop buka mulai pukul 18.00 sampai menjelang sahur. (agp/jon)

Berita Lainnya :