18 Atlet Malang Raya Berlaga di Asian Games


MALANG - 18 ATLET asal Malang Raya  jadi pejuang Indonesia di Asian Games, Jakarta-Palembang. Mereka adalah para andalan yang bertarung dengan sesama atlet negara-negara di Asia demi mengibarkan Merah Putih. Khusus atlet Paralayang dari Batu ditarget Presiden Joko Widodo sumbang emas.
Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono optimis semua atlet asal kota pendidikan ini mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki saat berlaga. Dari delapan atlet yang bergabung dengan pasukan Merah Putih, Kota Malang mengusung dua target minimal. Yakni
sumbang dua emas untuk Indonesia event olahraga tingkat Asia tersebut.
”Atlet asal Kota Malang kini sudah berbagung dengan Pelatnas tiap cabang olahraga untuk
persiapan Asian Games,” ujar Eddy.
Menurut dia, Kota Malang tidak sempat melakukan seremonial untuk melepas atlet yang turun di Asian Games. Sebab, setiap cabor memiliki jadwal berbeda pemusatan latihan. Sehingga, KONI hanya bisa berkomunikasi jarak jauh untuk memberikan motivasi kepada mereka.
”Kami komunikasi dengan atlet dan pelatihnya. Padahal sebenarnya, KONI ingin melepas mereka karena selain berjuang untuk Indonesia, mereka juga bakal mewakili Kota Malang. Tentunya kami harus memberikan dukungan,” paparnya.
Eddy berharap atlet berjuang maksimal dalam Asian Games yang bakal dibuka Sabtu (18/8) mendatang. Sehingga bisa turut memberi kado prestasi untuk Indonesia yang akan memperingati HUT ke 73 Kemerdekaan.  
”Momen 17 Agustus yang merupakan ulang tahun ke 73 Indonesia, mudah-mudahan menambah spirit kepada para atlet. Semoga semangat mereka lebih tinggi, semangat untuk berjuang di level Asia,” terang Eddy.
Dia mengatakan, KONI optimis atletnya bisa menyumbangkan emas. Harapan terbesar ada pada dua cabor, yakni balap sepeda dan atletik. Di nomor ini, Kota Malang memiliki empat atlet andalan. Yakni Elga Kharisma, Crismonita Dwi Putri dan Popo Ario Sejati di balap sepeda serta Atjong Tio Purwanto di kelas atletik.
”Kami lihat, balap sepeda bisa menyumbang emas. Atletik, saya juga yakin pada kemampuan Atjong Tio, asalkan kondisinya tidak terkendala,” tambah Eddy.
Para atlet di nomor tersebut memang sudah malang melintang di level internasional. Crismonita membawa catatan dua perak di SEA Games 2017 dan perunggu dalam kejuaraan Asia di India. Sementara, Elga Kharisma merupakan peraih dua medali emas SEA Games tahun lalu. Popo Ario Sejati malahan sudah berkarier sejak tahun 2006 dengan sederet prestasi.
Namun demikian Eddy tidak memungkiri karena kali ini levelnya Asia, lawan juga semakin banyak dan berat. Dia ingin atlet Kota Malang berupaya terbaik.
”Pasti kami akan rangsang dengan bonus. Jumlahnya berapa, kita lihat nanti. Memang di awal anggaran belum ada untuk bonus atlet berprestasi, tetapi kami upayakan bagi mereka yang berprestasi di Asian Games,” urai dia.
Ketua ISSI Kota Malang, Ir. Sumardi Mulyono MSi optimis atlet sepeda yang turun di Asian Games sumbang medali. Apalagi pesepeda yang memperkuat Indonesia memiliki catatan prestasi terbaik. Crismonita Dwi Putri contohnya meraih perunggu di Kejuaraan Asia di India.
“Mudah-mudahan bisa raih target karena dengan latihan dan meningkatnya prestasi,” kata dia. Begitu juga dengan Popo Ario Sejati yang menjadi kekuatan di nomor downhill.
“Memang dengan usia di atas 30 tahun bisa mengurangi refleknya. Tapi dengan pengalaman bertanding yang melanglang buana, dia  bisa meraih prestasi,” kata Mardi, sapaan akrab Sumardi Mulyono optimis.
Begitu juga dengan Elga, dalam kondisi pemulihan cedera tapi bisa bertanding. Jika kondisinya pulih maksimal, ia  bisa main di BMX dan track. “Kami minta doa masyarakat Kota Malang agar cedera Elga pulih.  Juga doa masyarakat untuk semua atlet kita yang bertanding di Asian Games,” harapnya. (ley/agp/eri/van/ary)

Berita Lainnya :