Heboh Rombongan Pocong Terekam Kamera di Jalibar

 
Media sosial sempat gempar dan viral akibat dari broadcast yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab melalui grub di WhatsApp dan FaceBook. Dalam pesan singkat tersebut dijelaskan jika warga Dusun Sidodadi, Desa Ngadilangkung RT 04 RW 01, Kecamatan Kepanjen digegerkan dengan adanya penampakan serombongan pocong yang berhasil tertangkap kamera ponsel miliki salah satu warga yang bernama Adul (28), yang merupakan salah satu warga desa.
Dengan adanya foto robongan pocong yang tersebar tersebut dijelaskan jika seluruh warga desa ketakutan. Sedang untuk beberapa warga yang penasaran malah ingin tahu dan menyimpanya. Dijelaskan jika penampakan tersebut tidak sengaja didapatkan Adul bersama Jainuri (24) temannya, yang ikut dan kedapatan mengambil gambar sekitar pukul 17.30 WIB di jembatan yang baru dibangun di Jalan Jalur Lintas Barat (Jalibar), Desa Ngadilangkung.
Namun setelah di konfirmasi Malang Post dengan langsung mendatangi ke alamat RT 04 RW 01, Dusun Sidodadi, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen dengan mencari warga yang bersangkutan mengambil foto tersebut tidak terbukti benar adanya atau Hoax. 
Informasi yang telah tersebar itu dibantah oleh Ketua RT 04 RW 01 Dusun Sidodadi, Desa Ngadilangkung Bambang Kusnanto (45). Ia menjelaskan jika seluruh warga di wilayah RT tidak mendapati adanya foto gerombolan pocong yang mebuat gusar warga. 
“Tidak pernah ada yang namanya gerombolan pocong yang membuat warga ketakutan. Selama ini jembatan di Jalan Jalur Lintas Barat (Jalibar) juga tidak pernah ada penampakan yang kemudian menyebar luas ke peduduk. Apalagi segerombolan pocong yang tertangkap kamera milik warga,” tegas Bambang saat ditemui Malang Post.
Ia juga menekankan, jika nam-nama orang yang disebutkan sebagai warga RT 04 RW 01 Dusun Sidodadi, Desa Ngadilangkung itu tidak pernah ada dan terdaftar di wilayahnya. “Saya bahkan belum pernah dengar nam-nama orang yang berhasil mengambil penampakan gerumbulan pocong itu,” imbuhnya.
Sementara, Erik Yulfikar (28) warga Dusun Sidoluhur, Desa Ngadilangkung yang setiap harinya buka tambal ban di jembatan Jalibar juga menyangkal tentang informasi yang tersebar itu. “Loh saya bahkan tidak pernah tahu tentang informasi itu, bahkan saya siang malam buka tambal ban persis di sekitar jembatan Jalibar,” katanya dengan tersenyum.
Menurutnya informasi yang tersebar di media sosial itu bohong besar. Namun ia sempat membenarkan jika pada awal pembangunan jalan Jalibar pada tahun 2013 pernah ada pocong. “Dulu memang ada mas, tapi begal yang menyamar jadi pocong. Karena saat itu jalan Jalibar masih sepi dan rawan dengan begal,” paparnya.
Jadi apa yang disebar di media sosial tentang penampakan segerombolan pocong itu tidak terbukti bernar atau Hoax. Logikanya, jembatan Jalibar yang dibangun tahun 2013 lalu, disebutkan dalam pesan jika jembatan yang baru dibangun. Itu merupakan argument dasar yang sudah salah, jika disebutkan (jembatan Jalibar.red) baru saja dibangun.(eri/jon)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :