Lanal Malang Miliki Tim Reaksi Cepat



MALANG - Tim Reaksi Cepat Lanal Malang atau yang lazim disebut EFQR (Eastern Fleet Quick Response) menjadi satuan khusus bentukan Lanal Malang yang terus diandalkan. Tim ini dibentuk untuk bekerja  tanggap terhadap aktivitas ilegal, aksi teror di laut, dan kecelakaan laut di wilayah kerja Lanal Malang, meliputi perairan Lumajang sampai Pacitan.
Komandan Lanal Malang Kolonel (E) Gendut Sugiono mengatakan tim tersebut berisi 15 orang terdiri dari Polisi Militer Angkatan Laut, intel, satgas penanggulangan dan operasi langsung, pasukan Katak, Marinir, dan tim SAR Lanal.
“Lanal Malang mempunyai wilayah terbentang dari pantai Lumajang disebelah timur sampai dengan Pantai Pacitan di sebelah barat, mempunyai fungsi di antaranya adalah sebagai satuan pengamanan laut sesuai batas wilayah perairan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Lanal Malang,” ungkap Gendut.
Tim yang baru dibentuk tahun lalu ini dilengkapi dengan sistem pengamanan dan komunikasi yang memadai serta didukung oleh peralatan deteksi dini.
Tim memiliki ini juga memiliki kemampuan khusus meliputi operasi pencegahan maritim yakni pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan sesuai prosedur tetap keamanan laut, visit board search and seizure, close battle combat,  operasi SAR dan navigasi dan komunikasi teknis.
“Tim ini juga akan bekerjasama dengan pihak-pihak lain yang menangani masalah kelautan. Dan ada pula tim binaan SAR di pantai selatan yang anggotanya terdiri dari masyarakat,” tutur Gendut.
Beberapa kejadian laka laut yang terjadi di beberapa pantai di Kabupaten Malang pun juga mendapatkan bantuan dari tim EFQR. Lanal Malang juga membuka pusat aduan masalah kelautan di nomer  0341326881 dan 081331481671. Nomor ini dapat dihubungi jika masyarakat memiliki masalah yang terjadi di wilayah kelautan.
Tidak hanya itu saja, Lanal Malang pun tetap mengasah kemampuan prajurit dengan kemampuan menembak. Latihan menembak tersebut baru saja dilaksanakan Bulan September lalu untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan menembak prajurit. Latihan menembak tersebut adalah latihan rutin Triwulan III tahun 2017 yang diikuti sekitar 150 anggota Lanal Malang baik perwira, bintara maupun tamtama.
“Tentu saja untuk menambah combat skill anggota. Ini rutin dan dilaksanakan dengan serius,” ungkapnya.
Dalam latihan tersebut seluruh prajurit Lanal Malang berlatih dengan menggunakan senjata persorangan baik Laras panjang seperti SS1 dan SS2 maupun Laras pendek yaitu itu pistol P2 Combat dan Revolver Zkr.
Anggota yang melaksanakan latihan menembak dengan Laras panjang melaksanakan 3 sikap yakni sikap berdiri, sikap duduk dan sikap tiarap masing-masing pada jarak 100 m. Sedangkan senjata pistol masing masing mengambil jarak 15 m dan 25 m dalam sikap berdiri.
“Tentu saja semua dilakukan untuk masyarakat dan kepentingan masyarakat. Upaya-upaya meningkatkan kemampuan terus kita dorong pada setiap program,” pungkas Gendut.(big/ira/ica/ary)

Berita Lainnya :