Kekuatan Strategis Angkatan Darat



MALANG - Berkedudukan di Singosari, Divisi II Kostrad memiliki fungsi sangat strategis untuk pengamanan Indonesia Timur. Dimulai dari Jawa Tengah hingga Papua. Tak heran berbagai persenjataan strategis ditunjang kemampuan pasukan yang andal ada di Malang. Pada HUT ke 72 TNI, Divisi II Kostrad siap ambil bagian.
Tidak sekadar mengikuti upacara, namun juga akan melakukan atraksi. Salah satu atraksi adalah melakukan demonstrasi double stick. Para prajurit akan beratraksi   di Markas  Kodam V/Brawijaya Surabaya.
”Rencananya hari ini anggota Yonif  Para Raider 502 melakukan atraksi dengan permainan double stick,’’ kata Perwira Penerangan Divisi II Kostrad Mayor inf Bonny Vidri Anggoro.
Ditemui Malang Post kemarin, Bonny menjelaskan atraksi double stick ini akan dilakukan oleh 300 prajurit. Menggunakan formasi show off man, para prajurit yang sudah terlatih keterampilannya dalam menggunakan dua double stick akan melakukan atraksi. Mereka akan tampil dengan skenario perkelahian. Ada juga atraksi memecahkan kendi.
”Permainan double stick dikombinasikan dengan gerakan beladiri nunchaku, ada irama  gerakan sehingga terlihat indah,’’ tambahnya.
Yang menarik kata Bonny, prajurit yang terlibat dalam atraksi double stick ini merupakan prajurit yang baru saja melaksanakan misi pengamanan perbatasan di wilayah Kalimantan Barat. Meskipun latihan dilakukan dalam wakktu yang sangat singkat, dia sangat yakin peserta mampu menampilkan yang terbaik.
Terlebih, di Divisi II Kostrad, anggota Yonif Para Raider 502 bukan anggota sembarangan. Mereka merupakan pasukan elit. Di mana jika terjadi perang atau ancaman perang, merekalah yang pertama kali diterjunkan.
Sejauh ini, dikatakan Bonny, prajurit Yonif Para Raider 502, kerap kali mendapatkan penugasan. Mulai dari misi pengamanan hingga misi perdamaian.
”Misi pengamanan kami tidak hanya di luar negeri, tapi juga di dalam negeri,’’ tambahnya.
Dalam melakukan misinya, para anggota Yonif Para Raider 502, tidak sekadar ikut patroli saja, tapi juga melakukan analisa situasi. Dan kemampuan analisa yang sangat bagus itu, para prajurit Yonif Para Raider 502 berhasil mengungkap jaringan peredaran nakoba.
Dijelaskan Bonny, angggota Yonif Para Raider 502 yang berhasil mengungkap narkoba ini saat mereka melaksanakan tugas sebagai Satgas Pamtaas RI-Malaysia. Saat itu para prajurit TNI ini berhasil menggagal peredaran narkoba. Barang bukti yang diamankan adalah 31.62 Kg narkoba jenis sabu-sabu, 1988 ekstasi.
”Jaringan narkoba ini berhasil digagalkaan saat parjurit Yonif Para Raider 502 melakukan Pamtas di Desa Badau, Kecamatan Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, 30 November 2016 lalu,’’ tambah Bonny.
Atas prestasi yang diperoleh itulah Divisi II Kostrad pun memberikan apresiasi. Sehingga anggota yang terlibat dalam tugas tersebut mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.
”Mereka yang ikut dalam tugas tersebut pangkatnya dinaikkan satu tingkat di atasnya,’’ tambah Bonny.
Sementara  itu  Bonny juga mengatakan, Divisi II Kostrad membawahi 27 satuan, yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya memiliki anggota hingga puluhan ribu, tapi Kostrad juga memiliki alutsista yang sanngat lengkap. Terbaru, selain tank Leopard Kostrad juga memiliki Roket Astros. Beberapa kali dua alutsista ini juga digunakan latihan. Baik latihan antar divisi, hingga latihan gabungan dengan TNI AL maupun TNI AU. (big/ira/ica/ary)

Berita Lainnya :