Malang Pusat Kekuatan Strategis Indonesia Timur



MALANG – Malang Raya memiliki kedudukan teramat penting untuk Tentara Nasional Indonesia. Dua dari tiga matra penting bermarkas di Malang, membawahi pengamanan Indonesia Timur. Pengamanan udara oleh TNI AU dari Pangkalan Udara (Lanud) Abd Saleh, darat melalui Divisi II Kostrad. Serta tak kalah penting kendali pengamanan laut dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang.
Dari sisi udara, Pangkalan Udara (Lanud) Abd Saleh menjadi basis kekuatan TNI AU. Lanud Abd. Saleh memiliki tugas penting dalam mengamankan udara di wilayah Indonesia bagian timur. Untuk mendukung tugas tersebut, di tempat ini memiliki tiga Skuadron Udara, yakni Skadron Udara 4, Skadron 32 dan Skadron 21 yang di bawah naungan Wing 2.
Masing-masing skadron, memiliki tanggungjawab jenis pesawat berbeda-beda. Seperti Skadron Udara 4 bertanggungjawab pada pesawat intai taktis jenis CASA C-212 AVIOCAR  seri 200. Tugas pesawat ini, untuk melaksanakan operasi dukungan udara yaitu operasi pengintaian udara, SAR terbatas dan Angkutan udara.
Sedangkan Skadron Udara 32 bertanggungjawab terhadap Pesawat Hercules sebaga pesawat angkut berat untuk perpindahan pasukan dan distribusi logistic. Terakhir, Skadron 21 yang bertugas mengoperasionalkan pesawat Terbang Super Tucano. Pesawat tersebut merupakan pesawat tempur taktis untuk mengamankan wilayah Indonesia.
Selain itu, Lanud Abd Saleh memiliki kesatuan pemeliharaan pesawat terbang yakni Skadron Teknik (Skatek) 022 Satuan Pemeliharaan (Sathar) 32. Kedua skadron ini, bertugas merawat seluruh pesawat beserta alutsista yang ada di tempat tersebut. Selain itu, juga bertugas merawat beberapa pesawat militer jenis lain dari beberapa kesatuan.
Keberadaan Lanud Abd Saleh yang bertanggungjawab terhadap seluruh Skadron serta seluruh pesawat militer, memiliki peranan penting. Danlanud Abd Sakeh, Marsma TNI Julexi Tambayong mengatakan, pada Hari Jadi TNI ke 72 tahun ini, pihaknya memiliki komitmen untuk terus mengoptimalkan keberadaan Lanud Abd Saleh.
“Saya selalu menenkankan pada seluruh anggota, supaya melaksanakan misi dengan penuh kebanggaan dan allout. Yang paling utama, harus mengutamakan safety untuk mewujudkan zero accident,” ujar Marsma TNI Julexi Tambayong kepada Malang Post. Dia menjelaskan, Lanud Abd Saleh ini memiliki tugas yang beragam.
Tugasnya terbagi dua jenis, yakni Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OPMSP). Jendral bintang satu ini melanjutkan, untuk OMP seperti latihan meningkatkan keahlian dan bertugas misi-misi tertentu dari komando atas. Sedangkan OMSP seperti evakiuasi SAR dan distribusi logistik ke daerah bencana.
“Termasuk berkoordinasi dnegan pemerintah daerah untuk membantu tugas pemerintahan,” terangnya.
Menurutnya, seiring dengan bertambahnya usia TNI, keberadaan Lanud Abd Saleh juga semakin dewasa. Selanjutnya, dia menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk terus mengasah kemampuan dan meraih banyak prestasi. Sedangkan dalam menjalankan tugasnya, selalu diiringi dengan doa serta mengutamakan faktor keselamatan.
“Para prajurit tidak boleh meremehkan di setiap tugasnya. Meski mereka berkali-kali terbang, tetap tidak boleh sombong dan harus rendah diri. Selain itu, harus cek peralatan dengan teliti sebelum melakukan penerbangan,” pungkasnya. (big/ira/ica/ary)

Berita Lainnya :