Layani BPJS, Pasien Meningkat

MALANG - Sebagai salah satu rumah sakit menuju tipe C, Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) juga harus bersaing dengan banyak rumah sakit lainnya di Kota Malang. Layanan BPJS di Rumah Sakit UB telah aktif per bulan Juli 2017 lalu, berdampak pada peningkatan jumlah pasien. Jumlah pasien mengalami peningkatan signifikan. 
Bila sebelumnya pasien hanya berjumlah 30 hingga 40 orang per hari, maka kini naik pada 50 sampai 100 pasien rawat jalan, dan 10 hingga 20 pasien rawat inap. Dengan dioperasionalkannya lantai 5 hingga lantai 7 pada akhir tahun ini, diharapkan menambah hingga 100 unit bed. 
Rumah sakit ini memiliki 16 dokter spesialis dengan empat spesialis dasar, terdiri dari ahli bedah, ahli penyakit dalam, ahli kesehatan anak, ahli kebidanan dan kandungan. Juga memiliki spesialis lainnya, yakni anestesi, radiologi, patologi klinik dan laboratorium, spesialis mata, THT, syaraf, jantung dan radiovaskuler dan juga memiliki spesialis gigi.
 “Kami juga menerima pasien dari Fasilitas Kesehatan tingkat Pertama (Faskes Pertama) yakni puskesmas sehingga harapannya pasien dari Puskesmas dapat dirujuk ke RS UB sebagai RS lanjutan,” ujar Humas RSUB, Mega Joehar Evandri kepada Malang Post, kemarin.
RS UB sempat mengalami protes warga dari sisi perizinan. Menanggapi polemik perizinan, Joehar mengatakan bila izin pendirian RSUB dikeluarkan oleh UPT Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi karena awalnya RSUB dicanangkan akan berdiri dengan tipe B.
“Namun ternyata berdasarkan Permenkes nomor. 56, harus ada beberapa item yang harus kami penuhi. Karena belum bisa, sehingga akhirnya izin operasional hanya melalui Pemkot. Tapi secara fisik, IMB kami sudah ada. Izin HO juga sudah diperpanjang untuk yang kedua karena tahun ini kami ada agenda akreditasi,” urainya.
Mengenai izin HO atau izin gangguan,  Joehar menyebutkan sesuai dengan form dari UPT Pelayanan Perizinan Terpadu, maka syarat izin berasal dari tetangga yang berhimpitan dengan RSUB, yakni RT 10 RW 4 Kelurahan Jatimulyo.
 
“Dan akhirnya kita berembug beberapa warga di RT 10 yang dihadiri oleh ketua RT dan wakilnya untuk telusur ruang. Di situ kami tunjukkan tempat pemulasaran jenazah, IPAL, sanitasi dan menjelaskan bahwa ini aman untuk warga sekitar. Beberapa warga yang diwakili RT hadir dan menyatakan hampir 95 persen mendukung,” terangnya.
 
Joehar  juga menjelaskan bahwa area yang berhimpitan dengan RS UB yakni sungai di sisi utara, timur dengan jalan Soekarno Hatta sedangkan sisi selatan denagn Pizza Combi, dan sisi belakangnya dengan tanah milik UB.
“Di dalam format izin terpadu itu tertulis berhimpitan, bukan diambil dua atau tiga rumah,” sambungnya.(ras/ary)
 

Berita Lainnya :

loading...