Gaet Pasien, Upgrade Layanan ke Tipe A dan B

MALANG - Beberapa rumah sakit ber tipe C bahkan memiliki layanan yang melebihi tipenya untuk mengupayakan peningkatan kualitas. Ya, perang strategi dan layanan menjadi salah satu cara untuk menggaet pasien. Salah satunya menurut pantauan Malang Post adalah RSIA Galeri Candra.  
Saat Malang Post berkunjung belum lama ini Direktur RSIA Galeri Candra, dr Muhammad Iqbal Wachidin menjelaskan bahwa rumah sakitnya menerima layanan kemoterapi, thalasemi dan haemofilia. Layanan-layanan tersebut biasanya terdapat di rumah sakit ber tipe A dan B. 
“Kami ingin meningkatkan tipe rumah sakit lebih tinggi lagi,” ungkap Iqbal belum lama ini kepada Malang Post. 
Ia meneruskan, RSIA Galeri Candra juga telah memiliki enam orang dokter umum dan lima dokter spesialis. Galeri Candra pun menerima layanan BPJS Kesehatan bagi warga yang membutuhkan. Tahun ini pun pihaknya berencana menambah dokter penyakit dalam dan dokter bedah.
Selain Galeri Candra, ada juga Rumah Sakit UMM. Ini merupakan salah satu rumah sakit dengan pengelolaan privat, namun jenis pelayanan rumah sakit umum tipe C. Rumah sakit ini didirikan Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM), 17 Agustus 2013 lalu. UMM sendiri merupakan lembaga pendidikan yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dan berbadan hukum, beralamat di Jalan Raya Tlogomas no 45 Kota Malang.
Kepala Bidang Humas dan Kemitraan RS UMM dr Viva Maiga Mahliafa Noor, MMRS menyebutkan, sejak berdiri hingga sekarang RS UMM sudah memenuhi syarat tipe C.  RS UMM memiliki SDM sesuai tipenya, dokter spesialis berjumlah 52 orang, dokter umum 17 orang dan dokter gigi 3 orang.
Meskipun masuk dalam golongan rumah sakit privat, tapi RS UMM juga menerima pasien BPJS Kesehatan sejak 2015 lalu. Membuka layanan untuk pasien BPJS  Kesehatan menurut Viva merupakan salah satu strategi RS UMM untuk meningkatkan jumlah pasien. Dan itu pun telah dibuktikan, dengan evaluasi. 
”Sejak ada layanan BPJS ini, ada peningkatan jumlah pasien mencapai 70 persen dari sebelum ada pasien BPJS. Kita tidak bisa memungkiri, bahwa saat ini banyak masyarakat telah menggunakan layanan BPJS Kesehatan,’’ tambahnya.
Ia menyebutkan dari seluruh pasien yang berobat di RS UMM 80 persen merupakan pasien BPJS Kesehatan. Sedangkan sisanya merupakan pasien umum, atau mereka yang biaya pengobatannya dicover oleh asuransi.Tentu BPJS kesehatan bukan satu-satunya strategi untuk meningkatkan RS UMM. Selain marketing RS UMM juga meningkatkan fasilitas dan  pelayanan yg baik terhadap pasien.
“Paling penting untuk menjawab tantangan rumah sakit saat ini adalah strategi dalam pengendalian mutu yang berkaitan dengan penatalaksanaan kondisi pasien berdasarkan clinical pathway serta strategi pengendalian biaya RS,” tegasnya.
Tentunya hal ini sangat berkaitan dengan penghitungan unit cost. Sehingga peserta BPJS kesehatan yang menempati sesuai hak kepesertaannya tidak ada tambahan biaya apapun. Di sisi lain,  operasional RS berjalan dengan baik dan bisa berkembang. Viva mengatakan untuk tipe C, tarif di RS UMM standart dan tidak mahal. Alasannya jelas, karena rumah sakit ini mengusung visi dan misi sosial.(ica/ira/ary)
 

Berita Lainnya :