magista scarpe da calcio Kota Malang Didominasi Rumah Sakit Tipe C


Kota Malang Didominasi Rumah Sakit Tipe C

MALANG - Jumlah rumah sakit di Kota Malang terus bertambah, meski ada saja yang menghadapi penolakan warga, pada saat proses pendiriannya. Saat ini, terdapat 25 rumah sakit di Kota Malang, sebagian besar masih bertipe C. Kondisi ini memunculkan persaingan strategi dan layanan di rumah sakit tipe C untuk mengambil hati pasien. 
Menurut catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, terdapat 16 rumah sakit tipe C di Kota Malang. Lima rumah sakit tipe B, tiga rumah sakit bertipe D dan hanya satu rumah sakit yang sudah bertipe A. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan dan Rujukan Dinkes Kota Malang Tri Wahyu Hidayat menegaskan rumah sakit ber tipe A hanya satu yakni RS Saiful Anwar saja. (Baca Grafis, Red)
“Kebanyakan masih C karena masih baru-baru muncul,” ungkap pria yang akrab disapa Wahyu kepada Malang Post, Selasa (10/10).
Rumah sakit dengan tipe C berkembang dengan pesat di Kota Malang karena seluruhnya dikelola dalam bentuk yayasan atau Perseroan Terbatas (PT) alias rumah sakit privat. Pemerintah kota tidak membatasai adanya pembangunan rumah sakit selama pengelolanya menuruti aturan yang ada.
“Baru saja beberapa hari yang lalu kita kedatangan rumah sakit baru. Selama memenuhi aturan dan standar rumah sakit diperbolehkan,” ungkapnya.
Wahyu menjelaskan, pemberian tipe pun dilakukan oleh pemerintah kota (dalam hal ini Dinkes, Red) melalui asesmen-asesmen yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan. Rumah sakit yang disematkan dengan Tipe C memiliki klasifikasi di antaranya memiliki empat pelayanan medik spesialis dasar dan empat pelayanan penunjang medik. Tipe C juga minimal harus punya 100 bed. 
Tri Wahyu Hidayat kembali menjelaskan bahwa pihaknya belum memiliki permohonan visitasi kenaikan tipe rumah sakit tipe C dan D tahun ini.
“Kami melakukan visitasi ketika sebuah rumah sakit ingin memperpanjang izin operasionalnya dan mau naik tipe. Masa izin operasional berlaku sampai lima tahun. Jika mau memperpanjang izin dan menaikkan tipe ya saat memperpanjang izin itu,” paparnya.
Dinkes Kota Malang hanya dapat memberikan hasil visitasi dan memberikan klasifikasi tipe hanya pada tipe C dan D saja. Untuk rumah sakit yang ingin naik tingkat ke tipe A dan B diurus ke provinsi dan akan divisitasi oleh kementerian langsung, Dinkes mendampingi saja. 
Saat ditanya soal perbedaan tarif, Wahyu menjelaskan bahwa tarif rumah sakit pun berdasarkan dari tipe dan jenis rumah sakitnya. Terdapat dua jenis rumah sakit yakni RS Negeri dan RS Swasta. Kota Malang memiliki hanya empat RS Negeri yakni RS Saiful Anwar, RST Soepraoen, RSUD Kota Malang dan RS UB. 
Sementara sisanya merupakan RS swasta yang dikelola oleh pihak pribadi. Di sinilah biaya rumah sakit dapat dibedakan. 
Untuk penentuan biaya tiap rumah sakit negeri ditetapkan kementerian dan pemerintahan setempat. Sebelum beroperasi, pihak rumah sakit bersama Pemkot Malang (bagian umum dan staf ahli) dan tim dari kementerian dan provinsi akan membahas soal ketentuan biaya tersebut. 
Di mana nantinya hasil perumusan dari rancangan yang diajukan akan dibuatkan perda sendiri. Selain acuan dari Kemenkes, acuan penentuan biaya juga ditetapkan berdasarkan tipe rumah sakit beserta fasilitasnya, UMR kota setempat, harga pasar atau pesaing dan banyak lainnya.
“Rata-rata soal biaya tidak terlalu banyak complain. Terlebih sekarang ada BPJS. Masyarakat banyak yang memanfaatkan BPJS, ya paling ketersediaan kamar saja yang sering dikeluhkan,” tandasnya.
Menurut Wahyu, rumah sakit dengan tipe C pun saat ini tengah mengembangkan diri untuk menuju tipe-tipe selanjutnya. Karena tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin meninggi. Ia menganggap masyarakat saat ini pun jarang melontarkan keluhan soal pelayanan di rumah sakit. Keluhan yang sering diterima Dinkes Kota Malang hanya seputar ketersediaan kamar dan pelayanan BPJS saja. (ica/ira/ary)
 

Berita Lainnya :