Satlak Saber Pungli Puas Layanan RSSA

 
MALANG - Janji manajemen Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang meningkatkan pelayanan, bukanlah basa basi. Saat melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke RSSA, Wagub Jatim Saifullah Yusuf mendengar langsung dari pasien di RSSA.
‘’Apa ibu kesulitan mendapatkan kamar,’’ tanya Gus Ipul, panggilan akrab Wagub Jatim Saifullah Yusuf. ‘’Tidak pak,’’ jawab ibu penderita sakit tulang belakang yang akan terapi di RSSA Malang.
’Apa ibu diperlakukan dengan baik di sini,’’ kejar Gus Ipul. ‘’Baik pak. Tidak ada masalah,’’ balas pasien asal luar Malang itu dengan wajah berbinar.
Percakapan antara Gus Ipul dengan pasien RSSA itu, membuat lega manajemen RSSA. Paling tidak harapan dan target memberi pelayanan maksimal kepada pasien, terbuktikan di depan mata.
‘’Saya gembira sekali jawaban langsung pasien ini. Survey seperti ini salah satu alat atau indikator mengukur sebuah pelayanan. Tidak hanya pilkada. Pelayanan publik butuh survey sebagai indicator tingkat keberhasilan,’’ tandas Gus Ipul yang juga Ketua Satgas Tim Saber Pungli Jatim.
Gus Ipul berharap, direktur dan manajemen RSSA selalu melakukan survey, minimal tiga bulan sekali. Jika diterapkan secara benar, maka akan diketahui pelayanan publik yang mana yang harus dibenahi.
‘’Saya minta pimpinan RSSA, tiap tiga bulan sekali, membuat atau melakukan survey. Dengan begitu target mengejar pelayanan publik yang lebih baik akan bisa didapat,’’ ujar Gus Ipul yang diiyakan Direktur RSSA dr. Restu Kurnia Tjahjani M.Kes, yang ikut mendampingi keliling ruangan.
Guna mengetahui baik-buruknya pelayanan kita ke masyarakat, caranya rumah sakit harus mau terbuka kepada publik. Sekaligus harus mau menerima kritik, saran atau penilaian dari konsumen.
‘’Tentunya kritik yang diberikan harus bersifat membangun,’’ harapnya.
RSSA Malang, lanjut dia, adalah rumah sakit rujukan. Karena itu, pelayanannya pun harus yang terbaik. Memang, setiap hari, pasien yang ditangani sangat banyak sekali jumlahnya. Dan disinilah diuji bahwa untuk melayani pasien memang tidak gampang. 
‘’Bukti konkret, perbandingan jumlah pasien dan jumlah kamar pasti tidak seimbang. Jumlah kamar lebih sedikit dibanding permintaan kamar untuk  pasien. Nah disinilah cara kita memberi pelayanan diuji,’’ katanya.
Sesuai letaknya, RSSA Malang ditetapkan sebagai rumah sakit penyangga wilayah Jatim bagian selatan. Sedang RS Dr Soetomo Surabaya untuk penyangga wilayah tengah. Di sisi barat ada RS Dr Soedono Madiun dan di wilayah timur ditempatkan RS Soebandi, Jember.
‘’Sebenarnya untuk mengantisipati melubernya pasien, kita sudah menggunakan sistem rujukan. Tapi yang namanya masyarakat belum puas kalau belum dibawa ke rumah sakit yang besar,’’ jelas Gus Ipul.
Diharapkan dia, kedatangannya di RSSA untuk mengingatkan dan mencegah jangan sampai sebagai pelayan masyarakat melakukan hal-hal yang kurang baik.
‘’Yaitu memberi pelayanan publik untuk mendapatkan tambahan atau pungli. Itu jangan sampai terjadi di RSSA ini,” pungkasnya. (has)

Berita Lainnya :