STIEKOP Malang Tutup Satu Prodi


 
MALANG - Sesuai data Forlap Dikti, jurusan Manajemen Personalia di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Koperasi Malang (STIEKOP) dinyatakan dalam tahap pembinaan. Program studi (Prodi) tersebut tinggal menunggu pengesahan penutupan saja. Kepala STIEKOP, Ninda Rachmawati menyatakan bahwa jurusan tersebut, pernah ada izin dibuka pada tahun 1998 lalu, saat pertama STIEKOP dibangun.
“Namun seiring dengan berjalannya waktu, jumlah peminatnya tidak terpenuhi,” ujarnya. 
Sehingga daripada terjadi masalah di kemudian hari, maka pihaknya memutuskan untuk menutup. Walaupun memang saat pengajuan izin, prosesnya juga tidak mudah dan membutuhkan biaya yang banyak.
Proses penutupan, lanjutnya, telah dilakukan sejak lama, namun masih dalam tahap menunggu antrean. Sehingga dalam status di website tersebut, masih termuat keterangan dalam pembinaan.
“Untuk menutup prodi itu kan memang tidak mudah ya, masih menunggu waktu dan mungkin antrean juga. Tapi memang sejak awal berdiri, belum pernah berjalan. Sekarang kami fokus dengan dua program studi ini,” sambungnya.
Dua program studi yang berjalan tersebut, yakni D3 Manajemen Keuangan Perbankan dengan konsentrasi keuangan perbankan dan Manajemen akuntansi. Sedangkan pada jurusan S1 Manajemen, memiliki konsentrasi pada Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Kuangan Perbankan, Manajemen Pemasaran dan Manajemen Koperasi.
Kedua jurusan tersebut telah memiliki masing-masing enam dosen tetap dan lebih dari belasan dosen luar yang berasal dari perguruan tinggi lain dan mengajar di STIEKOP. Jumlah mahasiswanya juga berada di angka 500 orang untuk seluruh program studi, dengan mewisuda sekitar 70 orang setiap tahunnya.
Mahasiswanya, kebanyakan adalah dari santri dari beberapa pondok pesantren, salah satunya yakni Bahrul Maghfiroh dan pesantren lain yang telah menjalin kerja sama dengan kampusnya.
Beberapa waktu yang lalu, STIEKOP juga pernah membuka kelas jarak jauh dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak. Namun, seiring dengan terbitnya peraturan bahwa kelas jarak jauh hanya diperbolehkan dibuka pada perguruan tinggi dengan akreditas A. Maka mau tak mau STIEKOP yang memiliki akreditasi B berjuang dengan mahasiswa di kota Malang.
“Kami bersyukur, meskipun merupakan perguruan tinggi kecil namun masih eksis. Beberapa waktu yang lalu ada sebuah perguruan tinggi yang datang ke kami dan bertanya apa kiat-kiatnya, karena perguruan tinggi mereka ditutup. Sehingga mahasiswa yang daftar, kemudian dialihkan kepada kami,” imbuhnya.
Menurutnya, kekuatan yang dimilikinya yakni pada dibukanya kelas belajar pada sore hingga malam hari. Ini banyak dimanfaatkan oleh para pekerja kantoran. Sehingga, kegiatan pembelajaran di STIEKOP tidak mengganggu waktu bekerja mahasiswanya.(ras/ary)

Berita Lainnya :