Dulu Dibully, Kini Omzet Rp 200 Juta Per Bulan


 
Gadis muda ini adalah pahlawan keluarga. Kisahnya menginspirasi. Baru berusia 21 tahun, Khadijah Azzahra sudah memiliki penghasilan rata-rata mencapai Rp 200 juta per bulan. Hal tersebut ia dapatkan dari kerja kerasnya yang mulai dirintis sejak duduk di bangku SMA. Mulai dari desain baju hingga menjadi make-up artis. 
Saat ini, perempuan yang akrab disapa Zahra tersebut sudah memiliki butik sendiri dengan menyewakan gaun untuk keperluan pengantin yang sudah satu paket dengan make-up nya. Bahkan, kemampuannya untuk merias wajah tersebut, membuat dirinya dipercaya untuk merias pengantin hingga ke negeri jiran, Malaysia dengan brand andalannya, KoKHA (Koleksi Khadijah).
Ketika ditemui Malang Post di rumahnya, Zahra berbagi cerita. Ia mulai merintis karir sejak dari nol. Sejak duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar, perempuan asal Jombang tersebut pindah ke kota Malang. Sehingga, ia menjadi murid baru di SDN Kasin.
"Ketika pindah kesana, saya itu sering dibully dengan julukan 'lemot' dan 'ndesit'. Waktu itu, ada pelajaran bahasa Inggris yang saya belum ngerti. Karena ingin belajar, saya banyak bertanya. Malah akhirnya dibully," kenang dia.
Wanita berhijab tersebut melanjutkan, karena kebanyakan dibully, ia pun mulai memberontak. Beberapa murid laki-laki seusianya, bahkan menjadi korban pukulan tangan lembut Zahra. "Lama-lama, saya risih juga dan memberontak. Kemudian, saya malah di cap sebagai trouble maker. Apalagi, saya sedikit tomboy ketika itu," beber dia.
Seiring berjalannya waktu, Zahra pun tak menyerah dan terus belajar. Ia akhirnya berhasil mendapat juara kelas dan ditunjuk oleh para guru untuk mewakili sekolah untuk lomba pidato, baca puisi hingga menjadi seorang mayoret. Namun, ada beberapa teman yang masih sering membully dirinya. 
Ketika beranjak SMP, Zahra yang bersekolah di MTSN 1, Kota Malang. Ketika di sana, pembullyan pun belum berakhir. Salah satu teman Zahra ketika SD, juga bersekolah di sana. Ia pun semakin mendapat bully. Apalagi, ketika itu ada salah satu kakak tingkat yang jatuh cinta dengan pesonanya.
"Waktu itu, pacarnya kakak tingkat sampai marah-marah sama saya, terus teman saya yang dari SD itu ikutan nambahin karena dulu saya suka berantem," imbuh dia.
Namun, di tengah kegundahan Zahra, ada sang Mama, yaitu Ika Yuni Wulandari yang selalu menguatkan anaknya. Ia berpesan kepada anak perempuan satu-satunya itu untuk tidak boleh dendam dan harus menunjukkan dengan kesuksesan. Sang mama pun mengulurkan tangan dan mendukung sang anak.
"Mama bilang, tidak apa-apa tidak punya teman, mama siap jadi teman saya. Mama juga bilamg saya harus sukses, biar yang bully saya nanti malu sendiri," tutur dia.
Ketika itu, Zahra yang masih duduk di bangku SMP pun mulai berpikir, kesuksesan apa yang harus ia raih di usianya yang masih belia. Sekitar kelas 3 SMP, sang ibu yang berlangganan sebuah tabloid membaca ada pemilihan Lomba Wajah Muslimah 2010. 

Berita Lainnya :

loading...