magista scarpe da calcio Sehari Kirim 6 Ton Sayur ke 18 Provinsi


Sehari Kirim 6 Ton Sayur ke 18 Provinsi

 
MALANG POST - TUTUR katanya halus, hangat, terbuka dan berwawasan luas. Itulah sosok Hj Sriana. Pengusaha sayur berusia 63 tahun asal Kota Batu ini merupakan ibu hebat penuh inspirasi. Saat suaminya Ir Harun Kartono meninggal dunia  tahun 1986 lalu, Sriana seorang diri harus  menghidupi lima anaknya yang masih kecil. Ia merintis usaha jual sayur yang hingga kini memiliki jaringan perdagangan  antar pulau dan provinsi. 
Hasil kerja keras membawa Sriana dikenal luas sebagai juragan sayur. Wanita kelahiran 9 November 1954 ini kini terkenal sebagai pengusaha sukses. Jaringan bisnis  hasil pertanian dan rempah-rempah yang dibangunnya kokoh.  Pada tahun 2010 lalu, Hj Sriana mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jatim sebagai pedagang antar pulau berprestasi. Ia dikenal sebagai pedagang sayur perintis antar pulau. 
"Dulu hanya 5 pedagang saja, kini sudah ada 25 pedagang antar pulau," ujarnya.
Kini dalam sehari, ia bisa mengirim paling sedikit 6 ton sayuran  ke 18 provinsi. Di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, berbagai provinsi di Kalimantan dan sejumlah provinsi lain. 
Mulai dari kentang, kubis hingga berbagai komoditas sayuran lainnya. Tidak hanya mengirim sayur ke berbagai pulau, Sriana menambah pundi-pundi penghasilannya hingga miliaran rupiah dengan membawa berbagai jenis rempah-rempah sperti pala, lada dan cengkeh.
Di balik kesuksesannya membangun bisnis, Sriana  adalah seorang ibu yang tak putus asa ketika berada dalam situasi sulit. Saat suaminya, Ir Harun Kartono meninggal dunia, Sriana gigih menghadapi hidup. Ia harus membawa 5 anaknya sukses menatap masa depan. 
Putra pertamanya Dr Eko Sri Yuliadi SE MM kala itu masih duduk di bangku SMP. Begitu juga anak kedunya, Fitri Kusuma Ningsih S.Sos SAP, anak ketiga Sri Mulyono Herlambang SE, anak keempatnya Mulyani Sri Utama SH M.Kn. Sedangkan  dan anak ragilnya,  Yus Utomo Sri Adi Putro masih berusia 2 tahun.  Kini Yus menjadi anggota Polisi di Polres Kabupaten Pasuruan. Tuntutan kebutuhan hidup dan demi masa depan anak-anaknya membuat Sriana berjuang mati-matian. 
"Jangan sampai anak-anak susah, tuntutan kebutuhan makan, sekolah anak-anak mendorong saya untuk menguatkan wirausaha. Semuanya adalah tanggungjawab penuh saya," kata Sriana. 
Ia mulai perjuangannya dari bertanam berbagai jenis sayuran, beternak hingga berjualan sayuran. Eko yang saat itu masih SMP, kemana-mana diajak Sriana untuk bekerja. Hingga lambat laun, Sriana bisa mengembangkan usahanya dan mampu menghidupi anak-anaknya.
"Meskipun ada pembantu, saya tidak ingin anak saya menjadi anak manja, anak saya harus menjadi anak yang tegas, berakhlak dan bertanggungjawab," kata Sriana.
Karena itulah, Sriana memberikan tanggungjawab kepada anak-anaknya sejak kecil sesuai kapasitasnya. Anak sulung, Dr Eko Sri Yuliadi SE MM diberikan tanggungjawab membersihkan rumah sebelum berangkat sekolah. Eko sebelum berangkat pasti sudah mengepel rumah. Begitu juga dengan adik-adiknya. Lewat cara ini, Sriana mengajarkan tentang perjuangan hidup, tanggungjawab dan ketegasan. 
"Ibu adalah seorang ibu yang tegas, dia mengajari kami untuk selalu bertanggungjawab dan mengajari kami mengatur semua hal  dengan baik," ujar Mulyani Sri Utami, anak keempat Sriana.
Salah satu ajaran ibunya adalah ramah lingkungan. Ia mengajarkan anaknya untuk ramah lingkungan, peduli dan tidak cuek dengan kondisi yang ada di sekitarnya. Menurut Utami, di tengah kesibukannya dalam berbisnis, Sriana adalah seorang ibu yang sangat baik dan dekat dengan seluruh anaknya. Ia memiliki kebiasaan sarapan bersama anak-anaknya. 
Jauh sebelum anak-anaknya terbangun dari tidur, Sriana sudah memasak untuk sarapan. Ketika anak-anaknya sudah siap akan berangkat sekolah, masakannya sudah tersaji lengkap diatas meja makan. Tidak sekadar makan, menurut Utami, saat itulah dipergunakan oleh Sriana untuk menyapa dan mengajak anak-anaknya ngobrol tentang berbagai hal yang ditemui di sekolah.
"Ibu juga mempunyai kebiasaan yang selalu kita rindukan saat dewasa, yakni kebiasaan cerita nabi-nabi," kenangnya.  
Sepulang dari kerja, rasa capek sama sekali tidak dirasakan oleh Sriana. Ia selalu mengajak anaknya untuk berkumpul di kamar neneknya. Di tempat ini Sriana membangun tradisi dialogis di kalangan anaknya. Dimana ia memberikan waktu untuk anak-anaknya menceritakan apa yang dialaminya seharian. Dalam kondisi ini, Sriana tidak banyak berbicara, selain mendengarkan apa yang diceritakan anak-anaknya.
"Baru ketika kita ada masalah, ibu memberikan saran dan masukan, sarannya itu selalu diserempetkan dengan kisah para nabi, idak hanya Nabi Muhammad tapi berbagai kisah nabi lainnya," ujar Utami.
Sriana memang ibu yang luar biasa. Tidak hanya peduli pada pendidikan anak, ia juga sangat peduli dengan bekal keagamaan anaknya. Seringkali Sriana mengatakan kepada anaknya bahwa ia tidak bisa mengawasi selama 24 jam , namun sudah ditanamkan pada anak-anaknya, agar selalu taat kepada ajaran Allah SWT dan takut jika melakukan perbuatan yang melanggar ajaran agama.
"Ibu itu orangnya tegas, beliau selalu peduli pendidikan kami, agama kami dan selalu memberikan solusi jika kami ada masalah," urainya.
Sang ibu pun selalu mengajak anaknya untuk mempunyai harapan dan berusaha. Begitu juga saat mendapatkan masalah Sriana tidak pernah menceritakan pada orang lain, namun ia lebih memilih curhat kepada anak-anaknya. Dalam posisi seperti ini, dia memposisikan anak-anaknya sebagai sahabat.
Dari proses inilah, akhirnya terbentuk anak-anak Sriana yang bermental baja, tegas, pintar menata kehidupan, hingga seluruh anak-anaknya dan 12 cucunya bisa menjalani hidup dengan sukses. 
Selain berhasil dalam bisnis, ia juga tokoh politik. Saat ini Sriana menjabat Ketua DPC Hanura Kota Batu. Selama ini publik mengenal warga Jalan Sarimun, Desa Beji ini sebagai seorang petinggi partai politik yang berpengaruh di DPRD Kota Batu.
Gaya kepemimpinan ngemongnya, membuat Sriana mampu membawa partai politik yang dipimpinnya sejak tahun 2010 selalu mampu meraih kursi di  DPRD Kota Batu. Bahkan di awal berdirinya partai yang didirikan oleh Wiranto ini, Hanura meraih perolehan suara terbanyak ketiga di Kota Batu.  (dan/van)

Berita Lainnya :