Agar Bertahan, Usul CFD di Kampung Keramik


 
KAMPUNG Keramik Dinoyo kini dipetakan sebagai potensi pariwisata. Warga dan Pemkot Malang melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis mulai melakukan terobosan agar kembali memikat publik. Sehingga mendongkrak produksi dan penjualan. 
Program yang sudah diwujudkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang yakni membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kampung Keramik Dinoyo. Fungsinya untuk mendukung kawasan tersebut menjadi kawasan wisata. 
“Pokdarwis yang mengembangkan kampung menjadi kampung wisata Keramik Dinoyo,” jelas Kasi Promosi Disbudpar Kota Malang Agung Bhuwana. 
Pokdarwis Kampung Keramik Dinoyo dibentuk untuk menggalakkan program-program mengembangkan kawasan wisata. Salah satunya melakukan kegiatan workshop pembuatan keramik hingga mengajak anak-anak melukis keramik.
Selain itu melakukan berbagai program promosi. Ia juga mengapresiasi usulan pengrajin dan Pokdarwis Kampung Keramik Dinoyo membuat Car Free Day (CFD). 
“CFD lokal Dinoyo, itu baik sekali. Nanti tinggal dibicarakan dengan kelurahan, Pokdarwis setempat, lalu Dishub, dan instansi lainnya,” katanya. 
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Keramik Dinoyo, Syamsul Arifin mengatakan, wujudkan CFD merupakan salah satu harapan mereka.
“Kalau seperti itu kan nantinya para pengunjung dapat melihat- lihat dan membeli,” katanya. 
Syamsul juga berharap generasi muda melanjutkan usaha keramik.
“Kalau tidak ada yang melanjutkan, nanti bisa -bisa hanya tinggal cerita bahwa di sini dulunya ada Kampung Keramik Dinoyo,” katanya. 
Dinas Perindustrian Kota Malang juga sedang memikirkan konsep ideal memajukan kampung tersebut.
“Akan kita buat program - program bekerjasama dengan dinas terkait sehingga nantinya diharapkan potensi ini dapat makin berkembang,” katanya. (ica/mg5/van) 

Berita Lainnya :