Membuka Sengguruh dari Makam Mbah Singorejo


Ekspedisi Panatagama di edisi ke enam kali ini akan membahas Sengguruh. Sungguh ini hanya tulisan pembuka, karena Sengguruh bakal diceritakan lebih dari dua edisi. Yang patut dicermati, Sengguruh ini sejaman juga dengan Gribig senior yang diperkirakan bersamaan dengan ekspansi Kasultanan Demak pada 1545 masehi.
Satu nama yang tidak bisa dilepaskan dari Sengguruh adalah Ki Ageng Sengguruh. Ia juga diduga bernama Arya Terung, adalah salah satu penyebar agama Islam di Malang. Nama Ki Ageng Sengguruh sendiri, juga merupakan cikal bakal nama Desa Sengguruh, yang berada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Sejarah tentang Arya Terung inipun, menjadi kisah menarik yang dijelaskan.
Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, KH Agus Sunyoto, membeber bahwa Sengguruh dulunya adalah Kadipaten. Namanya Kadipaten Sengguruh. Adipati Sengguruh dipimpin oleh Arya Terung atau Ki Ageng Sengguruh.
"Arya Terung atau Ki Ageng Sengguruh ini, adalah Adipati Sengguruh yang kedua. Adipati Sengguruh yang pertama adalah Raden Pramana, yang merupakan putra Patih Majapahit," ungkap KH Agus Sunyoto.
Kekuasaan Kadipaten Sengguruh, jatuh pada Arya Terung, setelah keponakan Raden Fatah ini, berhasil memenangkan peperangan dengan Raden Pramana. Setelah kemenangan itu, Arya Terus menjadi pemimpin Kadipaten Sengguruh.
"Selama menjadi pemimpin, Ki Ageng Sengguruh atau Arya Terung ini, menyebarkan agama Islam di pedalaman, karena saat itu Islam masih berada di daerah pesisir saja," jelasnya.
Arya Terung sendiri, meninggal dunia setelah diserang oleh Adipati Panjer dan Adipati Srengat, sepulang ziarah di Giri. Adipati Panjer dan Adipati Srengat, merupakan kelompok dari Raden Pramana.
"Mereka melakukan penyerangan terhadap Arya Terung, salah satu alasannya karena tidak menyukai penyebaran agama Islam yang dilakukan Arya Terung," terangnya.
Makam Ki Ageng Sengguruh atau Arya Terung, sampai saat ini berada di tepi sungai Brantas, tepatnya Desa Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Namun di Desa Sengguruh, ada satu makam yang dikeramatkan. Makam ini, oleh masyarakat sekitar diberi nama makam Mbah Singorejo atau Sumorejo. Makamnya berada di Jalan Padepokan Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen.
"Itu makam siapa, tidak ada yang tahu sejarahnya. Masyarakat sekitar saja yang menamakan Mbah Singorejo atau Sumorejo," ujarnya.

Berita Lainnya :