Pelarian LC Hingga Batam dan Bali

 
Tutupnya tempat hiburan karaoke selama bulan Ramadan, secara tidak langsung juga memutus sementara pekerjaan para Lady Companion (LC). Pasalnya selama ini, para LC mendapat pemasukan uang dari menemani tamu menjadi pemandu lagu. Lantas, kemana pelabuhan mereka selama bulan Ramadan ini?
Pulau Dewata Bali dan Batam, ternyata menjadi pelarian para LC selama bulan Ramadan. Sebut saja seperti Debby, warga asal Kota Malang. Wanita berwajah cantik ini, memilih Bali dan Batam menjadi tempat singgah mencari rejeki, selama bulan Ramadan.
Alasannya karena di dua tempat tersebut, tempat hiburan Karaoke, masih buka seperti biasa. Tidak ada pembatasan waktu.
“Saya bertiga dengan teman-teman ke Bali. Sebagian teman lainnya ada yang ke Batam,” ungkap Debby.
Di Bali, Debby dan teman-temannya akan tinggal di rumah temannya yang juga bekerja sebagai LC. Mereka akan bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat karaoke.
“Sistemnya hanya kontrak selama sebulan saja. Karena tahun-tahun sebelumnya, kami juga ke Bali saat bulan Ramadan,” ujar wanita berusia 23 tahun ini.
Bersama dengan tiga temannya, Debby biasanya berangkat rombongan dengan membawa kendaraan sendiri. Mereka berangkat H-1 sebelum lebaran. Kemudian kembali ke rumah H-2 sebelum lebaran.
“Kalau tidak tetap bekerja, lantas saya dan anak mau makan apa. Kebutuhan banyak, belum lagi juga mau lebaran. Mau tidak mau ya terpaksa berangkat saja ke Bali,” tuturnya, yang juga dibenarkan oleh Kiki (nama samaran), sembari mengatakan kalau dirinya lebih memilih ke Batam bersama dengan seorang temannya.
Selain Batam dan Bali, beberapa kota di Jawa Timur juga menjadi pelabuhan para LC. Seperti Madiun, dimana kota yang masih ada aktivitas tempat hiburan karaoke selama bulan Ramadan. Hanya saja, untuk kota lain di Jawa Timur, penampilan mereka harus dijaga.
“Jika di kota lain, biasanya untuk LC selama bulan Ramadan memakai celana panjang dan pakaian atas tertutup. Sehingga terkesan kalau kita ini tamu, padahal ya tetap saja Purel,” ucapnya sembari tertawa.
Namun ada juga beberapa LC yang lebih memilih tinggal di rumah. Selama bulan Ramadan, mereka memilih untuk tidak bekerja. Mereka memilih di rumah bersama dengan anak dan keluarganya. Salah satunya seperti Nora (nama samaran) warga Kota Malang ini.
“Saya mendingan di rumah. Masih ada tabungan yang bisa digunakan untuk biaya hidup sebulan dan lebaran kok. Nanti di rumah, saya akan berjualan makanan dan takjil untuk warga yang mau buka puasa. Kebetulan, saya juga jagonya masak,” tutur Debora. (agp/jon)

Berita Lainnya :