Feng Shui Tangga

 
Penempatan tangga dari sudut pandang Feng Shui tidak bisa disamakan dengan menempatkan tangga secara biasa. Sebab, tangga berfungsi menyalurkan energi antara lantai atas dengan lantai bawah. Karena itu, ada aturan-aturan tertentu dalam Feng Shui yang ditujukan untuk memberikan keberuntungan kepada seluruh penghuni rumah.
Dilihat dari kacamata Feng Shui, tangga dikatakan baik jika berada pada posisi tepat dan memiliki bentuk atau struktur yang baik serta menguntungkan. Apabila lokasinya berenergi bagus, maka tangga mampu meningkatkan energi menguntungkan dan memudahkan mengalirkan energi positif ke dalam rumah. Selain masalah penataan, jumlah anak tangga juga mesti disesuaikan.
Banyak pakar Feng Shui percaya, anak tangga yang membawa keberuntungan berjumlah kelipatan 5 plus 1 atau 2. Dalam Feng Shui dikenal sebagai ”Pola 5”. Sebenarnya tangga dalam ilmu Feng Shui yang autentik tidak sesederhana yang dibayangkan. Tangga sebaiknya diletakkan pada ”Sektor Positif” dari ”Kepala Keluarga”, karena tangga berfungsi mengaktifkan energi yang ada di dalamnya.
Bila melihat metode ”Flying Star”, tangga sebaiknya diletakkan di mana terdapat kombinasi ”Bintang” yang bagus, karena tangga dapat mengaktifkan energi yang ada di tempat di mana tangga itu diletakkan. Namun, penerapan tangga melalui metode ini diperlukan pendalaman lebih lanjut untuk memahami teori-teorinya, sehingga perlu berkonsultasi dengan ahli Feng Shui. Sementara untuk jumlah anak tangga, lebih baik dibuat anak tangga dengan jumlah ganjil, karena angka ganjil bisa diartikan ”Aktif”.
Seorang ahli Feng Shui tidak hanya melulu memperhatikan tangganya, tapi juga melihat apakah awal tangga dan ujung tangga bisa mendapatkan ruang yang cukup proporsional, sehingga memungkinkan aliran energi yang deras di tangga menjadi agak tenang. Terdapat beberapa bentuk tangga yang tidak ideal menurut ilmu Feng Shui, yaitu tangga bermodel spiral, terlalu curam, terlalu sempit, atau tangga yang gelap.
Tangga bermodel spiral bisa mengubah ”Energi Baik” menjadi ”Energi Jelek”, karena bentuk spiral dapat memaksa energi memelintir. Sedangkan tangga yang curam, dapat mengalirkan energi yang terlalu deras. Tangga yang sempit juga bakal meningkatkan aliran energi menjadi lebih kuat lagi.
 
Ruang Bawah Tangga
Keberadaan ruang bawah tangga, juga tidak lepas dari segi ilmu Feng Shui. Selama ini banyak ruang bawah tangga dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti: gudang, rak sepatu, rak buku, dan sebagainya. Memang ruang kosong itu dapat dimanfaatkan untuk apa saja sesuai kejelian atau kreativitas.
Namun, menurut pandangan ilmu Feng Shui, ruang kosong itu tidak boleh difungsikan secara sembarangan. Yang ditoleransi Feng Shui antara lain sebagai gudang, karena gudang mengandung ”Energi Negatif”. Misalnya, untuk menyimpan sandal, sepatu, perlengkapan kebersihan, dan perlengkapan mandi.
Sangat tidak baik kalau ruangan bawah tangga dimanfaatkan untuk menempatkan altar, meja sembahyang, rak buku, uang, perhiasan, bar mini, atau makanan. Ini diibaratkan, setiap kali berjalan menaiki tangga, maka orang akan “menginjak-injak” benda tersebut. Diyakini, kondisi seperti ini akan menyebabkan nasib buruk pada seluruh penghuni rumah.
Selain itu, ruang bawah tangga dapat dimanfaatkan sebagai taman. Tanaman adalah bentuk kehidupan yang lebih rendah, sehingga melambangkan penyangga tangga. Ini dapat berfungsi untuk memperkuat hubungan antara penghuni di lantai bawah dengan penghuni di lantai atas.
Bila ruangan memungkinkan, dapat dibuat ”Unsur Air” di bawahnya, seperti kamar mandi, kolam, atau air terjun. Karena ”Air (Shui)” berarti kekayaan, maka diharapkan penghuni rumah dapat mengendalikan aliran harta.

Berita Lainnya :